TV

2 Warga Tewas Disambar Petir, Kapolsek: Ada yang Hidupkan HP Saat Kejadian

Sabtu, 06 April 2019 | 11:08 WITA

beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Beritabali.com, Mendoyo.
style="font-family: "Open Sans", "Helvetica Neue", Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 15px; text-align: justify; background-color: rgb(241, 241, 241);"> 12 warga yang tengah bekerja di tengah areal persawahan Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali disambar petir. Dua diantaranya meninggal dunia, sementara sisanya mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Pilihan Redaksi

Pasca kejadian, warga yang menjadi korban sambaran petir langsung dilarikan ke Puskesmas Mendoyo dan RSU Kota Negara Jembrana. Sementara dua warga meninggal dunia akibat sambaran petir.
 
Korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Sementara korban yang selamat mengalami trauma kejut dan mengalami luka bakar ringan. 
 
Dua warga yang meninggal berasal dari Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Mereka yang meninggal bernama Ni Luh Niarti dan Ni Luh Mi
 
Kejadian ini terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 12.15 wita. Saat itu belasan buruh yang manyi atau panen padi sedang berteduh di salah satu gubuk tengah sawah untuk beristirahat makan siang. Namun tiba tiba petir menyambar gubuk tersebut hingga 10 warga terpental dan 2 orang diantaranya meninggal di tempat. 
 
"Saat itu ada 12 warga yang sedang berteduh, salah satu diantara mereka ada yang buka (menghidupkan) HP (telpon genggam) dan kemudian terjadi sambaran petir, 2 meninggal dunia dan ada yang pingsan. Mereka yang meninggal bernama Ni Luh Niarti dan Ni Luh Mi,"jelas Kapolsek Mendoyo, Kompol Gusti Agung Sukasana.
 
Sementara salah satu korban selamat menuturkan, kejadian berlangsung sangat cepat. Saat petir menyambar korban sudah terpental dan tidak merasakan apa apa dan hanya merasakan telinga berdengung.
 
"Saat itu hujan deras, ndak denger suara apa-apa, tahu-tahu sudah rebah semua dan ada yang mental (terpental). Waktu itu kami lagi istirahat sama ngopi habis "ngarit" (memotong) padi," jelas salah satu korban, Ni Ketut Diah.
 
Sembilan korban selamat kini masih menjalani perawatan di Puskemas Mendoyo dan RSU Negara. Kedua korban tewas langsung dipulangkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.[bbn/jim/psk]

Penulis : Berita Advertorial

Editor :


TAGS :



News Lainnya :

INFORMASI Senin, 27 Januari 2020 | 16:30
Sekda Dewa Indra Tinjau Kesiapan Lokasi Seleksi CPNS Provinsi Bali
Satu hari jelang pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pro ...
HUKRIM Senin, 27 Januari 2020 | 16:00
Tagih BPKB Motor Bawa Pedang, Pria Asal Sumba Divonis 8 Bulan Penjara
Pria asal Sumba NTT bernama Fidelis Felis Gede Mata (20), diganjar hukuman pidana penjara selama del ...
INFORMASI Senin, 27 Januari 2020 | 15:10
Pemprov Tegaskan Virus Corona Belum Masuk Bali
Menyikapi kekhawatiran atas penyebaran virus corona, Pemerintah Provinsi Bali menggelar rapat membah ...


Berita Lainnya

OLAH RAGA Senin, 06 Januari 2020 | 11:25
Bali United Fokus Tes Fisik Jelang Ajang Liga Champions Asia
Menjelang ajang Liga Champions Asia 2020, Bali United telah menggelar latihan pertama pada Minggu (5 ...
HUKRIM Senin, 20 Januari 2020 | 17:35
2 Pejabat Desa di Denpasar Terseret Kasus Korupsi Segera Sidang
Kasus dugaan korupsi dana pungutan/sumbangan di Desa Pemecutan Kaja dan kasus dugaan korupsi APBDes ...
HIBURAN Jumat, 03 Januari 2020 | 22:50
Gelaran Musik Antida Soungarden Ajak Musisi Beri Energi Positif di 2020
Menyemarakkan tahun baru 2020, Antida Soundgarden mengajak berbagai khalayak, untuk menikmati pagela ...

Trending News

Trending Terhangat

Berita Bali TV