News

Bupati Artha Berharap Warga Pesisir Tidak Buang Sampah Plastik ke Sungai

Senin, 08 April 2019 | 09:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Bupati Jembrana Putu Artha berharap masyarakat terutama yang ada di sepanjang sungai Ijo Gading untuk membuang sampah plastik ke sungai dampaknya karena bisa membahayakan diri sendiri melainkan membahayakan lingkungan di sekitar.  

Pilihan Redaksi

  • Wabup Suiasa Ajak Masyarakat Perangi Sampah Plastik
  • Pengelola TPA Mandung Buat Jalan Melingkar untuk Ratakan Pembuangan Sampah
  • PT Pegadaian Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
  •  
    Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat tidak saja di pesisir sungai dan di rumah masing-masing pun bagaimana cara memilah sampah supaya bisa menjadi contoh.  "Maka dari itu Kepala Desa, Lurah, Kepala Lingkungan, dan tim semacam LH supaya betul-betul menerapkan apa yang menjadi program penertiban sampah plastik," ungkapnya saat Gerakan Berencana Bali Resik Sampah Plastik di kabupaten jembrana dipusatkan di pasar Ijo gading, Minggu (7/4).
     
    Artha berharap supaya masyarakat sadar bahwa sungai itu sangat disakralkan apalagi apalagi semua umat. "untuk sungai ijo gading ini apa yang dulunya menggunakan sungai ini untuk transportasi lewat sungai itu biar bisa diaktifkan lagi apalagi setiap tanggal bulan Agustus kita selalu mengadakan lomba samapan. maka dari itu supaya ini kita manfaatkan jangan sampai nanti sungai ini tidak berfungsi untuk kegiatan-kegiatan apa yang kita laksanakan dan programkan maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat yang utamanya yang berada pesisir sungai supaya betul-betul ikut sadar jangan membuang sampah ke sungai karena itu membahayakan bagi umat manusia," paparnya.  
     
    Kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta 500 orang terdiri dari Bendesa adat, Masyarakat, siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, BUMN, ASN, TNI/Polri, dan Kelompok peduli lingkungan menggunakan pakaian adat madya.
     
    Gerakan Semesta Berencana Bali Resik sampah plastik di kabupaten jembrana dilaksanakan di 5 lokasi, yakni di pantai Yeh Leh sampai dengan rest area pengeregaoan, pantai Rambut Siwi, di sungai Ijo Gading dan pasar umum Negara, pasar Melaya dan di museum manusia purba Gilimanuk. Gerakan Semesta Berencana Bali Resik sampah plastik ini bertujuan untuk mewujudkan partisipasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap lingkungan.
    &nbs

    Pilihan Redaksi

  • Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah Warga dan Sekolah di Jembrana
  • Putri Koster Ajak Masyarakat Jembrana Tata Halaman Rumah Agar Indah dan Bermanfaat
  • Jembrana Terima Bantuan 300 Unit Bedah Rumah dari Pemkab Badung
  • p;
    Bupati Jembrana I Putu Artha menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali pada hari yang sama dan jam yang sama dengan tujuan untuk menunjukkan partisipasi dan kepedulian masyarakat/krama bali terhadap pengurangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Selain itu, lanjutnya juga untuk menghormati warisan para leluhur mengenai cara dan melihara/menjaga alam bali yang bersifat khas/unik, indah, dan suci/metaksu yang dituangkan menjadi nilai-nilai Tri Hita Karana.
     
    Kegiatan ini juga bentuk implementasi dari peraturan gubernur bali nomor 97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Kegiatan semesta berencana bali resik sampah plastik ini sengaja di pilih di sungai ijo gading dan pasar umum Negara sebagai lokasi pusat kegiatan untuk menciptakan lingkungan hidup yang hijau, indah, dan bersih serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi mayarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup secara mandiri. (bbn/jim/rob)

    Penulis : bbn/jim

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Bupati Artha Jembrana Masyarakat Pesisir Sampah Plastik



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV