Ekbis

Memasuki Periode Kritis di Era Digital, Anak Perlu Diajari Literasi Keuangan

Selasa, 16 April 2019 | 09:27 WITA

bbn/ilustrasi

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Literasi keuangan untuk anak-anak diperlukan karena saat ini anak-anak di era digital memasuki periode kritis.

Pilihan Redaksi

  • Siksa Anak Hingga Patah Tulang, Ibu ini Dituntut 2 Tahun Penjara
  • Seorang Anak Perempuan Ditemukan Linglung di Desa Kaba-Kaba
  • Hakim Putuskan Remaja Berusia 18 Tahun yang Setubuhi Anak SMP 5 Tahun Penjara
  •  
    Hal ini disebabkan karena mereka lebih mudah terpicu membeli barang terlebih dengan gencarnya paparan iklan melalui perangkat teknologi akibat kurang pahamnya anak-anak pada makna uang sesungguhnya.
     
    Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli mengatakan dalam pembelajaran literasi keuangan tersebut mereka akan diajarkan secara cerdas bagaimana mengelola uang, tentunya dengan bahasa anak yang mudah dipahami sesuai tahap usia anak tersebut.
     
    Dirinya mencontohkan, saat ini anak-anak jarang melihat transaksi langsung dengan menggunakan uang langsung. Karena, sebagian besar anak-anak lebih melihat orang di sekitarnya berbelanja seperti melalui online, mengambil uang di ATM belanja memakai kartu. Anak-anak tidak melihat proses secara keseluruhan.
     
    "Anak-anak saat ini kurang paham seperti misalnya, uang tersebut  harus didapatkan terlebih dahulu, cara mendapatkanya dengan cara bagaimana, dan uang tersebut dapat ditukarkan dengan apa. Itu yang kurang dipahami, karena anak-anak saat ini jarang melihat

    Pilihan Redaksi

  • Bersiap Merawat Caleg Stress
  • Redaksi Liputan6.com Kecam Pencatutan Medianya untuk Menyebarkan Hoaks
  • KPU Tabanan Siapkan 31 Truk Kirim Logistik ke Lima Kecamatan
  • transaksi lansung dengan menggunakan uang langsung," paparnya, Senin (15/4) di Denpasar.
     
    Maka dari itu dirinya mengimbau, orang tua terkait dengan masalah tersebut dapat mengajarkan anak-anaknya, dengan cara-cara sederhana. Mulai dari, menggenalkan uang secara fisik serta mengajarkan bahwa uang memiliki nilai yang dapat ditukarkan dengan suatu hal pada anak.
     
    "Pada usia anak yang lebih tinggi, ajak anak ke pasar guna melihat adanya transaksi uang, ajarkan anak untuk mencatat pengeluaran, dan kenalkan rekening tabungan di Bank juga," ucapnya.
     
    Orang tua, lanjutnya, juga harus menjadi teladan bagi anak dalam mengelola uang. Hal ini, penting karena, pola pikir dan perilaku anak terbetuk dari orang yang mereka lihat dan alami di rumah.
     
    "Orang tua juga tentu harus paham dengan literasi keuangan. Jika belum, orang tua sangat perlu belajar sesuai tahap usia pada anak-anaknya," tutupnya. (bbn/aga/rob)

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Literasi Keuangan Anak Periode Kritis Era Digital



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV