Politik

Warga Lelateng, Jembrana Lapor ke Bawaslu Ada Dugaan Politik Uang dari Oknum Caleg PDI-P

Selasa, 16 April 2019 | 20:25 WITA

bbn/ilustrasi/batara online

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana. Sehari menjelang pencoblosan Pemilu Tahun 2019, sejumlah warga masyarakat dari Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng Kecamatan Negara mendatangi (ngelurug) ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana Rabu (16/4) siang. 

Pilihan Redaksi

  • Dalami Informasi 2 Caleg Bagi Amplop, Bawaslu Gianyar: Masyarakat "Ewuh Pakewuh"
  • Bawaslu Bali Dalami Isu Politik Uang di Buduk Mengwi
  • Masa Tenang 3 Hari, Bawaslu Bakal Turun ke Masyarakat Cegah Praktek Politik Uang
  •  
    Warga masyarakat Lelateng yang datang tersebut untuk melaporkan telah terjadi dugaan politik uang (money politic). Kedatangan sejumlah warga ini  diterima Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliyawan beserta anggota Penindakan dan Pelanggaran Nyoman Westra.
     
    Salah seorang masyarakat Kelurahan Lelateng yang enggan disebutkan identitasnya melaporkan pada Selasa (16/4) siang dia menerima informasi dugaan politik uang dari PRM yang merupakan tetangganya.
     
    Dikatakan, kalau tetangga mereka mendapat uang Rp 400 ribu dari H.S seorang tim pemenangan salah seorang caleg DPRD Jembrana dapil Jembrana I, dari PDI-P, HA.
     
    Ditambahkan saat menerima uang, tim tersebut meminta si penerima uang mencoblos caleg HA. Atas adanya informasi tersebut mereka datang ke Bawaslu Jembrana dan berkoordinasi serta menyampaikan laporan  tersebut.
     
    Bahkan Y.H menyampaikan laporannya  ke Bawaslu Jembrana secara tertulis.
    "Kami berharap laporan kami ditindaklanjuti dan diantisipasi jangan sampai terjadi pelanggaran dan kecurangan di lapangan. Tapi karena ini sangat sensitif k

    Pilihan Redaksi

  • Penyidik: Aliran Dana ke Sandoz Untuk Pelicin atau Perannya Sebagai Anak Eks Gubernur?
  • Polresta Denpasar Siapkan 55 Penembak Jitu Antisipasi Perusuh di Pemilu
  • Satpol PP Badung Ancam Tutup Paksa Sky Garden Karena Mangkir Urus Ijin
  • ami harapkan media tidak menyebutkan nama kami di media," kata YH.
     
    Sementara Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliyawan membenarkan  telah  menerima laporan dugaan adanya politik uang. Setelah melakukan pengecekan bukti baik secara formil dan materiil laporan tersebut belum lengkap. 
     
    "Kedua syarat ini belum dipenuhi. Kami memberi waktu tiga hari untuk memenuhi saksi mininal dua saksi dan bukti sesuai dengan Perbawaslu No 7 tahun 2018," katanya.
     
    Pemenuhan persyaratan baik formil dan materiil ini sesuai dengan pasal 523 ayat 2 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. "Jika ini terpenuhi dan terbukti maka terlapor terancam hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 48 juta," terang Pande. 
     
    Pande menambahkan, Jika nantinya persyaratan formil dan meteriil tidak terpenuhi, pihaknya tetap melakukan investigasi. Pihaknya berharap tidak ada politik uang dalam Pemilu 2019 ini sehingga tidak mencederai Demokrasi. (bbn/jim/rob)

    Penulis : bbn/jim

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Politik Uang Warga Lelateng Jembrana Oknum Caleg PDI-P



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV