Informasi

Koster Sebut Pendidikan Anti Korupsi Penting dimulai dari Tingkat Dasar

Selasa, 23 April 2019 | 19:45 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster ingin membangun budaya anti korupsi hingga ke tatanan yang paling dasar. 

Pilihan Redaksi

  • Penataan Pariwisata, Koster Perkuat Regulasi Lokal Sesuai Potensi Daerah
  • Digugat Terkait Sitaan Aset Korupsi Wayan Candra, Kajari Klungkung: Kenapa Baru Sekarang?
  • 5 Tersangka Korupsi LPD Desa Kapal Dilimpahkan ke Kejari Badung
  •  
    “Untuk itu pendidikan anti korupsi mulai dari sekolah sangat penting, karena ini soal membangun sikap dan karakter, masalah mental,” kata Gubernur dalam audensinya dengan perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Pendidikan Anti Korupsi provinsi Bali di ruamng Tamu Gubernur Bali, Selasa (23/4) siang.   
     
    Gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini menyatakan dirinya sangat mengapresiasi adanya implementasi dan sosialisasi pendidikan anti korupsi yang dijadikan program prioritas KPK ke daerah-daerah. “ apalagi kalau bisa diintegrasikan dengan pelajaran-pelajaran di sekolah serta kegiatan-kegiatan seperti muatan lokal maupun kegiatan ekstra kulikuler di luar jam pelajaran,’ kata Koster.
     
    Lebih jauh, koster juga mengaku akan segera membuat Pergub terkait hal tersebut dan akan segera diaplikasikan secara konkrit di masyarakat. “ Di Bali saya kira juga harus berbasiskan budaya, yakni dengan memaksimalkan peran desa adat. Menyentuh kearifan lokal kita di Bali. Saya pikir banyak local genius di Bali yang bisa kita angkat.  Jadikan wantilan-wantilan di desa sebagai wahana pendidikan nonformal kita. akan segera disusun pergubnya. ” tukas Koster.
     
    Masih terkait sosialisasi pendidikan anti korupsi, Koster ini juga menyatakan akan membuat seremonial yang bisa memicu anak-anak muda, para pelajar di Bali untuk lebih aware pada pendidikan dan isu anti korupsi. "Kita rancang acara yang dekat dengan anak muda sekarang. Vlog, meme. Media sosial, cerpen, puisi dan lainnya, lebih cepat merasuk ke anak muda kita, sesuai dengan semangat mereka,” katanya.
     
    Di kesempatan yang sama, Kepala Satuan Tugas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano, mengungkapkan pendidikan anti korupsi sudah menjadi kesepakatan 4 menteri dan ketua KPK serta jajaran eselon 1 kementrian. 
    “Hal ini adalah tindak lanjut nawacita, revolusi mental dan budaya anti korupsi yang digadangkan bapak presiden hingga ke pemerin

    Pilihan Redaksi

  • Hari Kartini, Putri Koster Sambangi Lansia di Karangasem
  • Jaksa Beberkan 2 Interpol Gadungan Asal Iran Rampas Uang Turis Tiongkok
  • Inventarisasi Cagar Budaya, Disbud Denpasar Sasar 3 Situs Pura Bersejarah di Sanur
  • tah daerah. Untuk itu perlu ada regulasi sebagai paying hukum,” jelas Guntur.
     
    Dirinya juga menyampaikan bahwa Bali akan jadi lokus kampanye ‘Bus Jelajah Negeri : Bangun Anti Korupsi‘ yang akan mengunjungi Bali medio September mendatang. Kita akan kunjungi seluruh kabupaten dan kota, dimana sasarannya adalah para pelajar, aparatur negara hingga dunia usaha, lewat kegiatan belajar pencegahan anti korupsi yang terintegrasi,” ungkapnya. 
     
    “Untuk media pembelajaran lebih labnjut, web, buku, video dan lainnya sudah kami siapkan dan pemerintah daeragh tinggal memanfaatkan,” tambahnya lagi.
     
    Guntur juga dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Bali sebagai daerah dengan progres pendidikan anti korupsi berbasis keluarga tercepat di Indonesia. “Bali ada di puncak daftar bersama DI Yogjakarta. Pencapaian ini kami analisa terkait erat dengan ajaran karma phala yang kami lihat sangat berpengaruh dalam kehidupan keseharian di Bali,” tuturnya. (bbn/humasbali/rob)

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Koster Pendidikan Antikorupsi



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV