Hukrim

Kapolda Sebut Tim Densus 88 Sudah Intai Bapak Anak Terduga Teroris 5 Bulan

Minggu, 13 Oktober 2019 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengakui Tim Densus 88 sudah lima bulan memantau kegiatan dua terduga teroris berinisial AT (45) dan ZAI (14). Bapak-anak yang merupakan anggota jaringan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara ini ditangkap depan Polsek Mendoyo, Jembrana, Kamis (1010) sekitar pukul 02.00 wita.

Pilihan Redaksi

  • Pascapenangkapan Terduga Teroris, Pengamanan Dermaga Padangbai Diintensifkan
  • Tim Densus 88 Amankan Istri Terduga Teroris, Rumah Kos Tidak Terpasang Garis Polisi
  • Kos di Jalan Sedap Malam, Terduga Teroris Dikenal Ramah dan Pengrajin Lampu
  • “Ya, selama lima bulan dipantau, keduanya baru sebatas melakukan observasi-observasi termasuk menyiapkan busur, panah dan sebagainya,”ujar Irjen Golose yang ditemui seusai melaksanakan persembahyangan di Pura Linggarcana Polda Bali, Minggu (13/10). 
    Disinggung kabar AT dan ZAI sudah sempat survey ke wilayah Ubud,  Irjen Golose mengaku tidak mengetahuinya. “Yang jelas dia sudah termonitor dan saya memerintahkan anggota melakukan pemantauan dengan tujuan preemtif strike," tegasnya. 
    Jadi, kata Jenderal bintang dua di pundak ini dari pemantauan cyber terrorism keduanya belum ada kegiatan (teror) dan baru sebatas komunikasi dan itu pun sudah diawasi.  "Berhubung ada kejadian, kita langsung melakukan antisipasi dan pencegahan. Kepolisian sebagai penjamin dan kita jaga Bali agar selalu aman,” ungkapnya. 
    Jenderal asal Manado Sulawesi Utara menguraikan bahwa berkaitan dengan jaringan ini harus betul-betul dibuka sehingga pengungkapannya juga komprehensif, tidak boleh hanya secara parsial. 
    “Jadi, jaringan ini tidak hanya melakukan teror secara langsung tapi juga mengikuti perkembangan di sosial media. Ini yang harus diwaspadai dari media sosial,”jelas mantan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT ini. 
    Irjen Golose menambahkan, AT dan ZAI memiliki grup di media sosial bernama “Menanti Imam Al Mahdi”. “Sebenarnya tidak ada masalah membuat grup. Tapi, ini dapat mendorong seseorang atau jaringannya yang tidak aktif untuk melakukan kegiatan teror,”tandasnya.   

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kapolda Bali Terduga Teroris



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV