News

Peningkatan Keterpilihan Caleg Perempuan di Pemilu 2019 Disebabkan Efek Jokowi

Selasa, 07 Mei 2019 | 15:25 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Universitas Ngurah Rai, Denpasar Dr. Luh Riniti Rahayu menyebutkan peningkatan keterpilihan calon legislatif (Caleg) perempuan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Bali salah satunya disebabkan oleh efek Jokowi.

Pilihan Redaksi

  • Sejak Zaman Kolonial Bali Telah Dipromosikan Sebagai ''The Last Paradise''
  • Aksi Perampok Berpistol Kembali Terjadi di Kuta, Pelaku Gasak Uang Rp1 Juta
  • BI Stok Uang Rp.6,5 Triliun Saat Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2019 di Bali
  • 2 Caleg PDIP Saling Klaim Suara di Rapat Pleno Hingga Bakar Bendera Partai
  • Hal tersebut disampaikan menanggapi kemungkinan lolosnya 9 caleg perempuan untuk menjadi anggota DPRD Bali dan meningkatnya keterpilihan caleg perempuan di seluruh kabupaten di Bali.
    “Disamping kesempatan 30 % penuh yang yang harus dipenuhi kepada perempuan di setiap dapil, ada faktor lain yang terlihat dapat meningkatkan keterpilihan perempuan Bali, yaitu efek ekor jas Presiden Jokowi,” ujar Perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua LSM Perempuan Bali Sruti saat dikonfirmasi pada Selasa (7/5) di Denpasar.
    Menurut Riniti yang merupakan aktivis perempuan ini, PDIP yang  mengusung Jokowi mendapatkan suara yang meningkat drastis dibandingkan pemilu sebelumnya. PDIP akan mendominasi rumah rakyat di seluruh DPRD kabupaten dan Provinsi Bali dan tidak hanya caleg laki-laki, tentu saja perempuan yang menjadi caleg di PDIP juga mendapatkan berkah ini.
    Riniti mengungkapkan peningkatan keterpilihan caleg perempuan akan melebihi prediksinya sebelumnya yaitu 11 %. Meskipun belum setara atau belum mencapai 30 % apal

    Pilihan Redaksi

  • [Foto] Dua Warga Tertimbun Material Jembatan Roboh di Desa Perean
  • Harga Bawang Putih Tembus Rp 70 Ribu Per Kilo
  • Pertumbuhan Ekonomi Bali Triwulan I 2019 Capai 5,94%
  • agi 50% perempuan di rumah rakyat, tentu adanya perempuan akan merepresentasikan keadilan masyarakat.
    “Soal kualitas? Itu persoalan lain, karena belum tentu perempuan lebih rendah kualitasnya daripada laki-laki. Yang jelas perempuan akan lebih mewarnai keadilan di rumah rakyat dan tentu akan diharapkan menghasilkan regulasi yang lebih pro terhadap rakyat,” kata Riniti.
    Riniti yang merupakan mantan Komisioner KPUD Provinsi Bali 2003-2008 ini berharap perempuan wakil rakyat yg lama dan sudah pengalaman mampu merangkul sesama perempuan maupun caleg laki-laki untuk memperjuangkan aspirasi yang pro rakyat dan berkeadilan. Terutama dalam hal kebijakan-kebijakan yang menyangkut perempuan dan anak.
    Sedangkan yang perempuan pendatang baru diharapkan mampu segera belajar cepat agar dapat segera beradaptasi sehingga mampu berkontribusi dalam tugas-tugas sebagai anggota DPRD yang pro rakyat.
    “Aleg perempuan hendaknya menyadari bahwa keterpilihannya tidak saja merupakan simbol  kesetaraan dari masyarakat, namun jg harus memahami dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat perempuan dan anak. Caleg perempuan harus memahami semua permasalahan Bali secara umum maupun permasalahan khusus dari dapilnya masing-masing,” tegas Riniti. [bbn/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : I Nengah Muliarta


    TAGS : Caleg Universitas Ngurah Rai DPRD Bali Jokowi PDIP



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV