Politik

Gerindra Komplain Migrasi Suara, Ketua KPU NTB Ogah jadi 'Tukang Cuci Piring'

Minggu, 12 Mei 2019 | 23:45 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NUSWANTARA.
Beritabali.com. Lombok. Hari keenam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan suara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (12/5) berlangsung alot. 

Pilihan Redaksi

  • KM Mutiara Indonesia Kandas, 114 Penumpang dan ABK Selamat
  • Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Lombok Tengah Ricuh, 3 Polisi Terluka
  • 5 Tempat Wisata Zaman "Now" di Lombok yang Bagus Untuk Difoto
  •  
    Pleno yang beberapa kali jeda dan masih berlangsung hingga tengah malam ini, diisi aksi protes saksi dari partai Gerindra yang komplain soal migrasi suara.
     Adapun komplain dari saksi partai Gerindra ini adalah migrasi suara antar caleg, yang terjadi di Kecamatan Batukliang dan Pujut Lombok Tengah. 
     
    Juga adanya penggelembungan suara caleg dari partai Golkar dibahas dalam pleno yang berlangsung hingga tengah malam itu. Menyoal keterangan para saksi masing-masing partai yang tidak disertai alat bukti, Ketua KPU NTB, Suhardi Soud menegaskan tidak boleh berasumsi.
     

    Pilihan Redaksi

  • Gemuruh Iringi Erupsi Gunung Agung, Lontaran Lava Pijar Diperkirakan Hingga 1 Km
  • Divonis Gagal Ginjal, Ketua Panwascam Rendang Akhirnya Hembuskan Nafas Terakhir
  • Selain Meracik Minuman, Total Ada 5 Kemampuan Wajib Dimiliki Bartender Terbaik
  • ali.com/assets/CKImages/images/f504a9d7-4255-4b30-bbfb-6515d7c40a89.jpg" style="width: 400px; height: 267px;" />
     
    "Kalau seperti ini masalahnya, perlu dipertanyakan fungsi saksi-saksi. Tidak noleh berasumsi Karena komplain itu harus diselesaikan di tingkat kabupaten," tegas Suhardi, sembari menekankan para saksi untuk mengikuti dan memahami mekanisme yang ada. 
     
    Ditegaskan Suhardi, bahwa KPU itu bukan 'tukang cuci piring'. "KPU jangan jadi tukang cuci piring. Cuci piringnya cukup di tingkat kabupaten," kata  Suhardi, yang kemudiahn men-skors rapat pleno, untuk kemudian lanjut berlangsung hingga tengah malam. 
     
    Penjagaan berlapis dari Polda NTB dan Polres Mataram, serta TNI mengamankan luar dan dalam area hotel Lombok Raya, tempat rapat pleno rekapitulasi suara berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, penjagaan dan pengamanan ketat masih berlangsung karena pleno belum mufakat.
     (bbn/lom/rob)

    Penulis : Ni Luh Sulastri

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Rapat Pleno Rekapitulasi KPU NTB



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV