News

Arak Bali Susah Go Internasional (3): Pembuat Arak Harus Duduk Bersama

Senin, 13 Mei 2019 | 17:35 WITA

beritabali.com/ilustrasi/baliterkini.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Agar arak Bali bisa go nasional ataupun go internasional, pembuat arak di Bali harus berkumpul dan duduk bersama. Dengan duduk bersama diharapkan akan ada kesepakatan terkait standarisasi arak Bali.

Pilihan Redaksi

  • Ini Dia Semeton Bali yang Sukses Jadi Legislatif di Luar Bali
  • Arak Bali Susah Go Internasional (2): Arak Karangasem dan Singaraja Terkenal Enak
  • Jaksa Tuntut WN Jerman Pembawa 2 Kg Hasis di Bandara 15 Tahun Penjara
  • Arak Bali Susah Go Internasional (1): Bahan Dasar Tidak Konsisten
  •  
    "Masalah yang dihadapi arak Bali saat ini adalah soal standarisasi produksi, bahan dasar, dan juga legalisasi," ujar ujar Ngurah Udayana, salah satu bartender kelas dunia asal Bali, saat ditemui Beritabali.com di kawasan Sanur, Denpasar, belum lama ini.
     
    Menurutnya, dengan duduk bersama, maka para produsen arak di Bali akan bisa merumuskan standarisasi produksi dan bahan dasar pembuatan arak Bali, baik itu yang berbahan pohon "ental" (Siwalan, juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal), "jaka" (enau/aren), kelapa, beras atau ketan.
     
    Ngurah menegaskan, standarisasi dalam produksi ini sangat penting jika ingin arak Bali diakui sebagai salah satu minuman alkohol kelas dunia seperti whisky atau vodka. Karena jika sudah mempunyai standarisasi yang jelas, maka akan didapat citarasa yang sama meski dibuat di tempat yang berbeda beda.
     
    "Saat ini, itu salah satu masalah yang dihadapi pembuat arak Bali, karena tidak ada standarisasi, maka dari bahan dasar pembuatan arak yang sama bisa didapat rasa yang berbeda. Standarisasi produksi perlu agar dari bahan dasar yang sama juga didapat citarasa arak yang sama," ujarnya.
     
    Dari beberapa pembuat arak di Bali, sebut Ngurah, saat ini hanya sedikit sekali yang sudah mempunyai standarisasi produksi dan bahan da

    Pilihan Redaksi

  • Koster Minta Tema dan Isi Acara PKB 2019 Sinkron
  • Badung Sediakan Hadiah Rp. 152,5 Juta Bagi Pemenang Lomba Inovasi
  • Alyssa Milano Serukan Mogok Seks
  • Divonis Gagal Ginjal, Ketua Panwascam Rendang Akhirnya Hembuskan Nafas Terakhir
  • sar. Salah satunya yang sudah mempunyai standar produksi dan bahan dasar adalah pembuat arak Dewi Sri. 
     
    "Sudah ada pembuat arak di Bali yang membuat arak dengan standar produksi dan bahan dasar yang baik seperti arak Dewi Sri, yang menggunakan bahan dasar padi-padian. Bahan dasarnya banyak dan mudah didapat dan sudah ada standar produksi yang baik," ujarnya.
     
    Jika pembuat arak dengan bahan dasar beras atau padi-padian di Bali sudah sanggup membuat standarisasi produksi dan bahan dasar, Ngurah berharap ini juga bisa dilakukan oleh pembuat arak dengan bahan dasar lainnya seperti dari bahan pohon "ental" (Siwalan, juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal), "jaka" (enau/aren), atau kelapa.
     
    "Pembuat arak di Bali dengan bahan dasar lainnya juga harus bisa membuat standarisasi produksi dan juga memastikan bahan dasar itu selalu tersedia setiap saat sehingga produksi arak bisa terus dilakukan.  Ini kalau kita mau berbicara soal pengembangan produksi arak Bali termasuk untuk keperluan ekspor. Jadi masalah standarisasi produksi, bahan dasar, dan termasuk legalisasi arak Bali itu bisa terwujud jika semua pembuat arak di Bali bisa duduk bersama dan menetapkan standarisasi Arak Bali," ujarnya. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Arak Bali Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV