News

Arak Bali Susah Go Internasional (4): Produksi dan Peredaran Terkendala Regulasi

Selasa, 14 Mei 2019 | 08:50 WITA

beritabali.com/ilustrasi/baliterkini.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Meski arak Bali sudah dibuat secara turun temurun oleh warga Bali, namun faktanya arak Bali hingga kini belum mempunyai standarisasi produksi dan standar bahan dasar. Produksi dan peredaran Arak Bali yang dibuat oleh rakyat Bali, juga masih terkendala regulasi atau aturan pemerintah.

Pilihan Redaksi

  • Arak Bali Susah Go Internasional (5): Perusda Bali Nego Legalisasi Arak Bali
  • Arak Bali Susah Go Internasional (3): Pembuat Arak Harus Duduk Bersama
  • Arak Bali Susah Go Internasional (2): Arak Karangasem dan Singaraja Terkenal Enak
  • Arak Bali Susah Go Internasional (1): Bahan Dasar Tidak Konsisten
  •  
    Menurut pemerhati Arak Bali, Ngakan Made Giriyasa, arak Bali selama ini sering disebut dengan arak tradisional. Secara definisi, arak tradisional itu pengertiannya bisa minuman beralkohol tradisional yang dibuat turun temurun, dikemas sederhana, dibuat sewaktu waktu, dipergunakan untuk adat istiadat atau upacara keagamaan. 
     
    "Definisi dalam regulasi ini sudah menjadi kendala (pengembangan arak Bali)," ujarnya kepada Beritabali.com.
     
    Menurut pria yang juga ikut membina pembuat arak di Karangasem ini, arak tradisional itu dibuat hanya untuk keperluan adat istiadat dan upacara keagamaan. 
     
    "Jangankan go internasional, dijual di Bali aja bisa dipermasalahkan. Kalau bicara arak tradisiona

    Pilihan Redaksi

  • Yunnan Ingin Peningkatan Kerjasama Bidang Pariwisata Dengan Bali
  • Divonis Gagal Ginjal, Ketua Panwascam Rendang Akhirnya Hembuskan Nafas Terakhir
  • Selain Meracik Minuman, Total Ada 5 Kemampuan Wajib Dimiliki Bartender Terbaik
  • Anak Mulai Masturbasi, Apa Yang Harus Dilakukan?
  • Nasi Bira, Hidangan Banyu Pinaruh Bermakna Anugerah Ilmu Pengetahuan
  • l, regulasi mengatakannya seperti itu. Kalau arak upacara tentu kualitasnya tidak sebaik yang diperdagangkan,"jelasnya.
     
    Ia menambahkan, jika bicara kendala, tentu faktor utamanya adalah regulasi, selain ketersediaan bahan baku.
     
    "Kendalanya secara regulasi tidak boleh berproduksi, karena untuk berproduksi secara legal atau resmi, persyaratannya ketat. Nah, bisa dibayangkan bagaimana produk rakyat itu (arak Bali) menjadi ilegal kan?. Kalau produksi terkendala regulasi, tentu peredarannya juga terkendala," ujarnya.
     
    Arak yang diminum itu, jelas Giri, secara regulasi tidak bisa disebut arak tradisional, namun bisa disebut minuman beralkohol saja. Jika ditambah kata tradisional, maka pembuatannya hanya untuk keperluan adat istiadat dan upacara keagamaan.
     
    "Supaya terminologinya tepat, arak yang diminum itu disebut saja Arak Bali, nggak perlu pakai kata tradisional," kata pria yang membina pembuat arak di wilayah Daerah Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem ini.
     
    "Kalau di Dukuh Karangasem, saya membina pembuat arak di sana, tapi lebih banyak terkait bagaimana membuat arak dengan peralatan yang lebih sehat dan terkait juga dengan pelestarian lingkungan," pungkasnya. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Arak Bali Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV