Informasi

Pasar Payuk, Kini Lebih Dikenal Sebagai Pasar Badung

Sabtu, 18 Mei 2019 | 07:05 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pasar Payuk adalah sebuah nama pasar yang berada  tepat di atas tepian Tukad Badung yang kini lebih dikenal sebagai Pasar Badung. Pasar yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda tersebut bernama Pasar Payuk karena menjadi tempat bagi perajin periuk dari desa Binoh Ubung menjual aneka macam gerabah mulai dari pane, gebeh, periuk sampai celengan dan caratan.

Pilihan Redaksi

  • SAR Denpasar Berencana Membuat Pos SAR di Nusa Penida
  • Maksimalkan Layanan, Pemkot Denpasar Gencarkan Perijinan Keliling
  • Pecalang Denpasar Lakukan Sidak Plastik Saat Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
  • Pada masa kemerdekaan nama Pasar Payuk kemudian diubah menjadi Pasar Badung. “Memang dulu dikenal sebagai Pasar Payuk karena banyak pengerajin yang menjajakan hasil kerajinannya, dan keberadaan pasar ini tak lepas dari konsep pengembangan kerajaan zaman dahulu yang mengacu pada keberadaan pura, puri dan pasar,” jelas Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat diwawancarai pada Jumat (17/5).
    Lebih lanjut dijelaskan, kala itu raja yang bertahta memanfaatkan pasar sebagai sarana berkumpul. Selain itu, bertemunya raja untuk menyampaikan informasi kepada rakyat dilaksanakan di pasar. Sehingga keberadaannya juga tak bisa dilepaskan dari kerajaan-kerajaan di Bali, utamanya Puri Agung Denpasar.  
    Pasar Badung menyimpan sejarah nan panjang. Konon Tukad Badung jadi lintasan pasukan ekspedisi Belanda yg bergerak menuju Pamecutan dari Denpasar pada peristiwa Puputan Badung 20 September 1906. Pasar Badung yang dibangun tahun 1977 menjadi penyangga nadi ekonomi pedagang kecil dan penyedia kebutuhan pokok yg murah meriah. Perubahan bentuk Pasar Badung dari bentuk semula menjadi bentuk bertingkat, diresmikan tanggal 24 April 1984.
    Namun sayangnya, musibah kebakaran pada 29 Februari 2016 meluluhlantakan seluruh bangunan Pasar Badung. Barang-barang pedagang nyaris tak tersisa hangus dilalap si jago merah. Pembangunan kembali Pasar Badung dimulai pada tanggal 29 Juli 2017 dengan menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementrian Perdagangan yang penyelesaiannya tuntas pada 21 Desember 2017. Dilanjutkan dengan pembangunan Tahap II yang menggunakan dana APBD Kota Denpasar yang telah tuntas pengerjaanya pada 28 Desember 2018.
    Kini seluruh pengerjaan telah rampung dan Pasar Badung menjadi Pasar Rakyat dengan kualitas yang mumpuni dan telah diresmikan Presiden RI ke-7, Ir. H. Joko Widodo pada 24 Maret 2019 lalu. Pasar Badung kini rampung dengan kapasitas 6 lantai, terdiri dari 2 basement dan 4 lantai untuk los dan kios.
    “Pasar Badung kini telah menjadi salah satu Pasar Rakyat dengan kualitas yang mumpuni dan bertaraf nasional, sehingga diharapkan masyarakat nyaman berbelanja di Pasar Badung ini,” kata Rai Mantra.
    Beragam fasilitas turut melengkapi Pasar Badung, mulai dari fasilitas umum yang ramah disabilitas dan ramah anak dengan ruang bermain anak. Terdapat juga Timbangan Pos Ukur Ulang Reward Kota Denpasar sebagai Kota Tertib Ukur Tahun 2017 oleh Dirjen Metreologi Kementrian Perdagangan RI. Selain itu, Sekolah bagi anak pedagang pasar, serta yang paling fenomenal adalah Taman Kumbasari Tukad Badung sebagai inovasi yang dirangkaikan dengan Smart Heritage Market Denpasar.[bbn/Humas Denpasar/mul]

    Penulis : Humas Denpasar

    Editor : bbn/rls/mul


    TAGS : Pasar Payu Pasar Badung Denpasar



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV