News

Mengangkat Derajat Arak Bali (4): Harus Konsisten Jaga Kualitas

Minggu, 19 Mei 2019 | 09:37 WITA

beritabali.com; Gus Rai (kanan)

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Awal mula berdirinya usaha arak Dewi Sri, pemilik dan produsen arak Dewi Sri, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan, ini merupakan usaha keluarga yang terbersit ketika beberapa manager hotel tamatan Sekolah Perhotelan Bandung (SPB) Bandung yang tinggal di rumahnya disuguhi minuman brem Bali. Kala itu, munculah ide dari mereka agar dibuatkan minuman brem yang dikemas dalam botol untuk wisatawan yang menginap di hotel.

Pilihan Redaksi

 
Mulai saat itulah, keluarga bersepakat untuk membuat produksi sendiri di belakang rumah pada tahun 1966. Sedangkan mulainya produksi arak yang berbahan beras sekitar tahun 1992. Seiring waktu, dengan menjaga kualitas produksi arak berstandar dan label cukai, pihaknya juga menggunakan teknologi air suling dari Spanyol. Berkat upaya tersebut, tidak heran jika arak produksi mampu menembus pasar eskpor hingga Jepang.
 
Kedepan, Budarsa mengungkapkan sedang mengembangkan arak yang berbahan dasar tuak. Kendalanya adalah bagaimana menjaga kualitas tuak agar saat diproses tidak cepat masam atau menurun kualitasnya.
 
Ia menekankan dalam industri ini memang diakui sudah ada standar baku baik dalam bahan baku atau dalam prosesnya. Namun, kata dia yang membedakannya adalah rasa. Tiap produk minuman dalam prosesnya menawarkan rasa yang berbeda.
 
"Semua tergantung bahan baku dan proses yang bagus, bagaimana membuat rasa yang bisa diterima, makanan dan minuman masalah rasa sisi organoleptiknya bagaimana,"  ungkapnya.[bbn/rob/psk]

Penulis : putu setiawan kondra

Editor :


TAGS : Arak Bali Bali



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV