Informasi

Tangkal Hoax, Pemkot Luncurkan Satgas Aplikasi Taboo

Senin, 20 Mei 2019 | 14:50 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Satuan Tugas (Satgas) Aplikasi bertajuk Tangkal dan Analisa Berita Bohong (Taboo) ini dilaunching oleh Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan penekanan tombol di Damamaya Denpasar Cyber Monitor, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Senin (20/5).

Pilihan Redaksi

  • Siapkan Alat Penjernih Air Sungai, Jokowi Minta Pemkot Koordinasi dengan Kementrian PUPR
  • Presiden Jokowi Dijadwalkan ke Pasar Badung, Pemkot Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
  • Maksimalkan Layanan, Pemkot Denpasar Gencarkan Perijinan Keliling
  •  
    Aplikasi ini diciptakan guna memerangi berita bohong di media sosial dan jejaring masyarakat. Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi Kadis Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung menjelaskan bahwa perkembangan arus digitalisasi memungkinkan semua elemen masyaraat dapat menciptakan sesuatu dengan cepat. Sehingga dalam pelaksanaanya masyarakat harus teliti dengan menganalisa terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan informasi.
     
    “Satgas Aplikasi Tabbo ini merupakan wujud nyata Pemkot Denpasar dalam upaya untuk bangkit sesuai dengan semangat Harkitnas dalam memerangi berita bohong (Hoax) yang beredar di masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat mulai teredukasi untuk selalu menganalisa sebelum sharing,” ujar Jaya Negara.
     
    Lebih lanjut dikatakan,  dengan adanya inovasi ini tentunya dapat memberikan pelayanan informasi bagi masyarakat dengan baik. Dimana, kualitas berita yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan serta masyarakat mendapatkan informasi yang layak dikonsumsi. 
     
    “Tentunya dengan adanya Satgas Aplikasi Taboo ini kita bersama-sama termasuk dengan kepolisian, KPI dan seluruh masyarakat dapat menangkal berita hoax demi terciptanya informasi yang layak dan dapat dipertanggungjawabkan,” terangnya.
     
    Sementara, Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominfo Kota Denpasar, Gde Wirakusuma Wahyudi mengatakan bahwa peluncuran satgas Aplikasi Taboo ini dilatar belakangi atas maraknya muncul berita bohong/hoax, utamanya yang tersebar di media sosial. Dimana, akibat adanya berita hoax ini memberikan dampak kerugian di segala bidang. Bahkan, hingga pertengahan tahun 2019 ini terdeteksi sebanyak 1.500 indikasi berita bohong yang telah tersebar.
     
    Selain itu, Bali khususnya Kota Denpasar yang b

    Pilihan Redaksi

  • Harkitnas Dimaknai dengan Meneladani Spirit Gajah Mada
  • Menelusuri Rasa dan Aroma Khas Laklak Men Gabrug
  • BPR Lestari Bali Pertahankan Gelar "The Best Digital Brand Award" dari Infobank
  • ertumpu pada sektor pariwisata sangat rentan mendapat pengaruh berita bohong. Seperti yang kita ketahui adanya informasi yang beredar tentang letusan dasyat Gunung Agung yang spontan menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan.
     
    “Berita bohong tentunya dapat mempengaruhi wisatawan, mengingat Bali dan Denpasar saat ini masih bertumpu pada sektor pariwisata, dan tentunya mempengaruhi seluruh sektor, dan yang rentan adalah berita bohong tentang bencana dan kesehatan,” kata Wirakusuma.
     
    Dalam aplikasi ini lanjut Wirakusuma, masyarakat dapat mengecek secara langsung berita yang diterima dengan memasukan judul berita. Dimana, secara otomatis aplikasi akan melaksanakan pengecekan apakah itu berita benar atau berita bohong/hoax.
     
    “Tentunya kami berharap kedepan Satgas Aplikasi ini dapat terus berkembang dan terintegrasi dengan Pro Denpasar, sehingga mampu menjadi media literasi bagi masyarakat untuk melakukan saring sebelum sharing serta semakin bijak dalam bermedia sosial,” tegasnya. (bbn/humasdenpasar/rob) 

    Penulis : Humas Denpasar

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pemkot Denpasar Aplikasi Satgas Taboo Hoax



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV