Hukrim

Divonis 14 Tahun, Pasutri Kurir Narkoba Sesenggukan Menangis Tinggalkan Anaknya Lama

Senin, 30 September 2019 | 17:50 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Pengadilan Negeri Denpasar kembali harus memutuskan hukuman kepada pasangan suami istri (pasutri) yang terjerat kasus narkotika. Kali ini terdakwa Setyawan Santoso alias Wawan (22) bersama istrinya Septiana Lanjarsari (24) hanya bisa menangis ke luar sidang usai mendengar putusan.

Pilihan Redaksi

  • Dituntut Jaksa 5 Tahun Karena Ambil Tempelan Sabu, Hamdan Mohon Keringanan Hukuman
  • Pria Asal Banyuwangi Sebagai Kurir Sabu Terancam 12 Tahun
  • Dituntut 15 Tahun Bui, Pasutri Kurir Sabu Langsung Nangis Minta Keringanan Hukuman
  • Pasutri asal Yogyakarta ini diputus hukuman selama 14 tahun mendekam di Lapas Kerobokan. Majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi,SH.MH, Senin (30/9) juga memutuskan kedua terdakwa membayar denda sebesar Rp1 miliar, subsider 4 bulan penjra.
    "Mengadili kedua terdakwa bersalah sebagaimana tertuang dalam Pasal 132 ayat (1) Junto Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan, menjatuhkan hukuman kepada masing-masing terdakwa selama 14 tahun penjara," ketok palu hakim di ruang sidang Kartika.
    Terhadap putusan hakim, pasutri ini hanya bisa sesenggukan menahan tangis lantaran harus meninggalkan anaknya yang masih kecil dalam waktu yang lama. "Kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir yang mulia," sebut tim kuasa hukumnya dari Peradi Denpasar.
    Sementara itu, Ni Luh Oka Ariani Adikarini,SH.MH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Denpasar menyatakan menerima setelah pada sidang pekan lalu menuntut keduanya selama 15 tahun penjara.
    Pengakuan Wawan yang kesehariannya bekerja sebagai montir bengkel mobil dan istrinya Septiana sebagai ibu rumah tangga, ini terpaksa jadi kurir sabu lantaran untuk mencari uang tambahan untuk anaknya.
    Hanya saja usaha nyambi sebagai kurir ini terendus petugas. Hingga pada Selasa, 9 April 2019 sekitar pukul 17.30 WITA, petugas berhasil mengamankan keduanya saat sedang melakukan tempelan di seputaran Jalan Pemogan dengan mengendarai sepeda motor.
    Saat itu Wawan terlihat jalan ka

    Pilihan Redaksi

  • Viral di Media Sosial, Adik Kakak Yatim Piatu Mendapatkan Banyak Bantuan
  • Apps LestariDiskon Resmi Diluncurkan di Entrepreneur Festival 2019
  • Miss Internet 2019 Bantu APJII Target 2.000 Desa Terkoneksi Internet
  • ki menuju Gang Futsal sedangkan Septiana menunggu di lapangan bulutangkis. Saat itulah mereka langsung dicokok, dari keduanya ditemukan 8 paket sabu yang masing-masing  4 paket sabu.
    Lalu, petugas kembali melakukan penggeledahan di tempat tinggal Pasutri itu di kamar no.3 Amor Apartemen, Jalan Taman Sari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Disana, petugas kembali menemukan 29 paket sabu-sabu. Juga ditemukan 1 buah timbangan elektrik,  serta barang bukti terkait lainnya.
    "Dari 37 paket sabu-sabu yang diamankan diperoleh total berat bersih 732,10 gram," beber jaksa Oka.
    Menurut pengakuan Wawan, ia mendapat atau mengambil sabu atas perintah dari bosnya yang dikenal nama Aras (masih dalam penyelidikan). Pasutri itu menjadi perantara jual beli sabu demi mendapat upah Rp50 ribu untuk satu lokasi tempel. (bbn/maw/rob)  

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Sabu Narkotika Yogyakarta Badung Kuta



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV