News

Demi Keamanan Nasional, Pemerintah Batasi Whatsapp-Medsos Sampai 25 Mei 2019

Kamis, 23 Mei 2019 | 08:58 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Jakarta.  Pembatasan akses media sosial dan layanan perpesanan Whatsapp dibatasi oleh pemerintah hingga beberapa hari ke depan. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran informasi hoax yang tak terkendali. 

Pilihan Redaksi

  • Soal Terduga Teroris Pok JAD Penatoi, Kapolda NTB Enggan Komentar
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (8): Bahan Sama Tapi Rasanya Tidak Bisa Sama
  • Pameran Seni Rupa "Balinese Masters" Digelar di Nusa Dua
  •  
    Menurut Menkopolhukam Wiranto pembatasan dilakukan hingga 2-3 hari ke depan, artinya bisa sampai tanggal 25 Mei 2019. "Jadi berkorban 2-3 hari tidak bisa lihat gambar tidak apa-apa, ini semata untuk keamanan nasional," ujarnya saat menggelar jumpa pers di kantornya, Rabu (22/5/2019).
     
    Upaya ini, kata dia, agar negeri ini tetap aman tak hanya dengan aparat keamanan yang akan diperketat

    Pilihan Redaksi

  • Pertamina Antisipasi Pasokan Stok BBM dan Elpiji Jelang Lebaran di Bali
  • Oknum Manager Hotel Popies I Mengaku Konsumsi Ganja Kering 15 Tahun
  • Polisi Gerebek Pengedar 1 Kg Ganja Kering dari Sumbar di Gianyar
  • tapi juga perlu peran masyarakat. "Ketika masyarakat tidak termakan hoaks dan rasional, ini sudah membantu keamanan negeri ini."
     
    Menkominfo Rudiantara menegaskan tak hanya media sosial, namun juga layanan perpesanan seperti WhatsApp dan lainnya.
     
    "Pembatasan ini bersifat sementara dan bertahap," kata Rudiantara di Jakarta, Rabu (22/5/2019). 
     
    Dikatakan Rudiantara, saat ini media sosial dan layanan perpesanan menjadi media untuk penyebaran hoax. Modusnya, postingan tak benar di media sosial.
     
    "Fitur-fitur media sosial tidak semuanya dan messaging system juga. Kita tahu modusnya adalah posting di medsos. FB [Facebook], Instagram dalam bentuk video, meme, foto," papar Rudiantara.
     
    "Kemudian screen capture hoax itu disebarkan melalui WhatsApp. Dan karena viralnya makanya kita batasi," tutur Rudiantara. [bbn/CNBC Indonesia/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Medsos Dibatasi Hoax Kominfo



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV