News

Mengangkat Derajat Arak Bali (8): Bahan Sama Tapi Rasanya Tidak Bisa Sama

Kamis, 23 Mei 2019 | 09:51 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Meski dibuat dengan bahan yang sama, namun cita rasa arak Bali berbeda-beda. Antara satu produsen arak dengan produsen lainnya mempunyai ciri khas cita rasa yang berbeda-beda.

Pilihan Redaksi

  • Mengangkat Derajat Arak Bali (7): Sempat Rutin Diekspor ke Jepang
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (6): Sempat Terdampak Kasus "Arak Metanol"
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (5): Brem Bali Sudah Pernah Diekspor ke Jerman
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (4): Harus Konsisten Jaga Kualitas
  •  
    "Sebenarnya arak itu sudah punya standar baku, punya standar baku baik dari sisi alkoholnya atau dari analitiknya, tapi organoleptik atau rasanya tidak bisa distandarkan atau disamakan," jelas pemilik pabrik arak dan juga brem Dewi Sri, Ida Bagus Rai Budarsa, saat berbincang dengan Beritabali.com belum lama ini.
     
    Jika arak Bali standar diuji di laboratorium, kata Gus Rai, mungkin akan didapat hasil yang

    Pilihan Redaksi

  • Mengangkat Derajat Arak Bali (3): Pembuat Arak Rumahan Sebaiknya Jadi Pemasok Pabrikan
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (2): Kedepan Bisa Dibuat Blended Arak atau Arak Gold
  • Mengangkat Derajat Arak Bali (1): Peluang Arak untuk Menjadi Spirit Ketujuh
  • kurang lebih sama. Namun untuk urusan rasa tetap tidak bisa disamakan. Itulah sebabnya sejumlah produk Arak Bali yang ada di pasaran memiliki cita rasa yang berbeda-beda.
     
    "Secara tes lab sama, tapi rasanya tidak sama karena tergantung kualitas bahan baku dan juga prosesnya. Meskipun sama alkoholnya 35 persen misalnya, tapi rasanya pasti beda. Inilah (tantangannya), bagaimana caranya agar (arak Bali) bisa diterima, rasa yang seharusnya tidak ada bisa dihilangkan. Makanan dan minuman itu masalah rasa organoleptik, itu salah satu kendalanya," ujar Gus Rai.
     
    Agar produk Arak Bali bisa diterima pasar, jelas Gus Rai, semuanya tergantung penuh pada kualitas bahan baku dan proses yang bagus, bagaimana membuat rasa yang bisa diterima dan aman untuk dikonsumsi.
     
    "Prospek Arak Bali kedepan sebenarnya bisa bagus apabila kita punya komitmen dan kita bangga terhadap produk kita sendiri. Kendalanya adalah jika kita lebih mementingkan nilai ekonomis dan mengurangi kualitasnya demi omzet. Tapi jika kita punya fanatisme terhadap produk arak Bali yang berkualitas, maka bisnisnya akan berjalan jangka panjang dan harganya tetap tinggi. Tapi jika hanya mengutamakan omzet dan tidak memperhatikan kualitas, maka bisnisnya akan pendek," ujarnya. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Arak Bali Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV