Hukrim

BNPT Sebut Pemberantasan Hoaks Jadi Senjata Baru Tangani Kelompok Radikalisme

Jumat, 24 Mei 2019 | 08:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama dalam pemberantasan hoaks yang menjadi senjata baru bagi kelompok radikalisme. 

Pilihan Redaksi

  • Sejak 2017, Kominfo Telah Tangani 13.032 Konten Radikalisme dan Terorisme
  • Soal Terduga Teroris Pok JAD Penatoi, Kapolda NTB Enggan Komentar
  • Tangkal Hoax, Pemkot Luncurkan Satgas Aplikasi Taboo
  •  
    Untuk mencegah serta mendeteksi sejak dini adanya aksi radikalisme yang mengarah tindakan terorisme, masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali keamanan desa berbasis kearifan lokal. 
     
    Menurut Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT RI, Letkol Setyo Pranowo, pendekatan dengan kearifan lokal harus diaktifkan kembali, seperti pecalang ataupun siskamling. "Keamanan dengan kearifan lokal inilah yang akan mendeteksi orang-orang baru yang ada di lingkungan sekitar kita, sehingga mereka terpantau ataupun terdeteksi," terang Setyo, Kamis (23/5). 
     
    Menurutnya, dalam giat forum yang diikuti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat desa ini, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang

    Pilihan Redaksi

  • Pantai Bingin, Alternatif Wisata Bahari di Pecatu
  • Kampung Gelgel, Komunitas Muslim Pertama di Pulau Dewata
  • Pemerintah Matangkan Proyek Instalasi PLTSa Sarbagita di Suwung, Target Beroperasi 2021
  • pola ancaman dan penyebaran terorisme. Dimana, para aparatur keamanan dan perangkat desa ini adalah lini terdepan untuk mendeteksi ini. 
     
    [ilihan-redaksi2] "Kami juga mengajarkan kepada mereka tentang publik speaking, bagaimana berbicara mengungkapkan pendapat, disamping deteksi dini. Sehingga saat mereka di lapangan bisa lebih percaya diri," jelas Setyo. 
     
    Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Media dan Hukum FKPT Bali, Emanuel Dewata Oja (EDO) mengatakan, selain untuk mendeteksi sejak dini potensi paham radikalisme, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mampu saring informasi yang ada media sosial sebelum menyebarkan atau sharing.
     
    "Dengan mengikuti kegiatan ini, saya harap Bhabinsa dan juga Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mampu menginformasikan dan juga mengedukasi masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial," kata Edo. (bbn/Spy/rob)

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : BNPT RI Hoax Kelompok Radikalisme



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV