News

Putri Koster Khawatir Penenun Lokal Akan Punah Karena Teknik Bordir Dijual Lebih Murah

Senin, 10 Juni 2019 | 06:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster dalam arahannya menginginkan adanya usaha dari para perajin yang lebih mandiri dengan mengangkat industri lokal. 

Pilihan Redaksi

  • Putri Koster Ajak Desainer Muda Gairahkan Industri Mode Bali Seperti di Era 80-an
  • Tingkatkan Mutu SDM, Putri Koster Ajak Masyarakat Tiru Rumah Contoh Hatinya PKK
  • Putri Koster: Para ODHA Bukan Monster yang Harus Kita Takuti
  •  
    "Misalnya di bidang sandang, sekarang berkembang motif-motif dengan teknik bordir yang hampir mi

    Pilihan Redaksi

  • Gratiskan Stand Pameran, Koster: PKB Bukan Tempat Cari Uang
  • Kasus Penipuan di Medsos Catut Nama Polwan Cantik Mengaku Bertugas di Polda Bali
  • Napi Kurir dan Pemakai Narkoba Membludak di Lapas Kerobokan
  • rip dengan hasil tenunan songket asli, harganya juga lebih murah. Namun jika keterusan, saya khawatirkan penenun-penenun kita akan punah karena yang lebih laku adalah yang bordir, karena lebih murah," ujar istri Gubernur Bali Wayan Koster ini saat tatap muka dengan para peserta pameran ajang PKB 2019, di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Minggu (9/6) pagi.  
     
    Kepada para perajin, Ny Putri Koster mengharapkan tetap dapat melestarikan motif-motif kain warisan leluhur untuk diangkat dan dikonstruksikan kembali. Dengan demikian, motif-motif tradisi akan tetap hidup dan lestari, terlebih bila didukung dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi.
     
    "Kita tidak bisa membendung serbuan produk luar, namun kita minimal bisa menjaga dan mempertahankan idealisme kita terhadap produk desain lokal. Mari kita timbulkan kebanggaan terhadap produk kita," ajak wanita yang juga dikenal sebagai pegiat seni tersebut. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Putri Koster PKB Penenun Lokal Teknik Bordir Songket



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV