Hukrim

Telan 99 Kapsul Sabu, Pria Tanzania Dihukum 17 Tahun

Kamis, 13 Juni 2019 | 20:45 WITA

beritabali.com/ maw

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
  Abdul Rahman Asuman, pria asal Tanzania, penelan 99 kapsul berisi narkoba jenis sabu oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar diputus hukuman selama 17 tahun.

Pilihan Redaksi

 
Putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Novita Riama,SH.MH, pada Kamis (13/6/2019) setidaknya lebih ringan lagi dua tahun dari tuntutan Jaksa dari Kejari Denpasar,  I Kadek Wahyudi Ardika,SH.
 
Majelis Hakim menilai terdakwa terbukti bersalah menyelundupkan narkotika bukan golongan I jenis sabu sebagaimana tertuang dalam Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
 
"Mengadili terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 17 tahun dan pidana denda sebesar lima miliar rupuah. Bila tidak sanggup membayar sebagai gantinya penjara selama 8 bulan," ujar hakim di persidangan.
 
Menanggapi putusan hakim, terdakwa langsung menyatakan menerima dan jaksa Kadek Wahyudi mengatakan pikir-pikir. Dalam persidangan, pria 43 tahun ini tampil mengenakan kopiah hanya menganggukkan kepala saat mendengar putusan hakim. 
 
Untuk diketahui Ia diamankan saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan kedapatan menyelundupkan sabu lebih dari 1 kg. 
 
Terdakwa dalam sejarah penyelundupan narkotika ke Indonesia adalah yang terbanyak di dunia modus menelan buntilan atau kapsul berisi sabu
 
Diuraikan dalam dakwaan, bahwa Pemilik Nomor Paspor P.O Box 4516 Dar Es diamankan pihak petugas Bea dan Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar saat tiba di Bali Rabu (30/1) sekira pukul 18.00 Wita melalui pesawat Qatar Airways QR 962 rute Doha-Denpasar.
 
Pria kelahiran 11 Juni 1976 ini selama persidangan didampingi penerjemah serta penasihat hukumnya, I Made Suardika Adnyana,SH.
 
Saat diamankan, “si penelor” sabu ini diketahui dalam tubuh terdakwa terlihat melalui rontgen/CT Scan di Rumah Sakit BIMC Kuta ada banyak buntilan kapsul. Selanjutnya oleh petugas dilakukan pengeluaran paksa sejumlah kapsul melalui saluran pencernaan.
 
Usai diberikan obat, sekitar dua jam kemudian lewat anus bercampur dengan feses, keluarlah 82 kapsul. Karena masih ada tertinggal, terdakwa dialihkan ke RSAD dan dengan cara yang sama keluar 17 kapsul. 
 
"Setelah dicek, di dalam 99 kapsul itu berisi sabu-sabu yang berat total mencapai 1.130,96 gram," sebut jaksa. [bbn/maw/psk]

Penulis : Made Ari Wirasdipta

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Tanzania Narkoba Bali Sabu Kejari Denpasar



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV