Hukrim

18 Penyu Selundupan Masih Dirawat di TCEC Serangan

Kamis, 03 Oktober 2019 | 20:50 WITA

beritabali.com/spy

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Barang bukti 18 ekor penyu yang gagal diselundupkan ke Kuta, kini masih dalam perawatan pihak Turtle Concervation and Education Centre (TCEC) Serangan, Denpasar Selatan. Pihak Turtle Guard FKH Unud mengecek kondisi penyu mulai pelabelan nama, pengukuran panjang dan lebar, sampel darah, parasit yang ada di penyu, hingga berat badan (morfometri).

Pilihan Redaksi

Menurut salah seorang anggota Turtle Guard FKH Unud, Aidil Calvianto, belasan satwa langka ini adalah jenis penyu hijau, terdapat penyu jantan satu ekor. Dilihat secara fisik paling tua penyu hijau hasil sitaan tersebut diperkirakan dari usia 60 sampai 70 tahun dengan bobot mencapai 95 kilogram.
“Kalau dilihat cukup bagus dengan kondisi body condition score atau kondisi badannya juga gemuk-gemuk. Belasan penyu ini ukuran dewasa atau produktif,” ungkap Aidil Calvianto, Rabu (2/10/2019) sore.
Menurutnya, pengambilan sample DNA ini dilakukan atas arahan dari BPSPL Denpasar dengan tujuan mendapatkan hasil asal-usul penyu tersebut. 
“Nantinya dari hasil sampel itu bisa diketahui asal usulnya dari mana. Biasanya dapat disimpulkan apakah penyu dari Kalimantan atau Surabaya,” ujarnya kepada wartawan.
Selain itu, Aidil mengatakan, dengan asal usul tersebut bisa membongkar asal muasal sindikat jual beli penyu, dan kasus ini sudah kedua kalinya terjadi. Sebelumnya, kasus ini terjadi di Gianyar dan kemudian dilepas habitatnya dikawasan Pantai Kuta. 
“Jadi, kasus ini sudah sering. Barang buktinya dari polisi dan mereka menitip ke TCEC untuk ditindaklanjuti dan di treatment (perawatan),” bebernya.
Diungkapkannya, biasanya jenis penyu hijau dengan ukuran besar seperti ini menjadi bahan konsumsi di masyarakat. Apalagi di dalam penyu memiliki lemak hijau. 
“Informasinya enak dan ukurannya besar seperti ini. Sama seperti orang beli ayam cari yang gemuk-gemuk,” terangnya.
Aidil menambahkan, bila melihat jumlah temuan sebanyak 18 ekor ini diperkirakan mereka ditangkap di mating ground atau titik pertemuan penyu. Selain itu, penyu hijau seperti ini populasinya tidak berada di Bali sehingga kemungkinan dari luar Bali. Lebih banyak populasi penyu lekang atau penyu sisik.
“Beberapa penyu hijau bisa ditemukan tapi mereka hanya main saja. Di Bali sendiri bisa dikatakan setahun cuma satu sampai dua sarang telurnya. Penyu hijau bisa dijumpai di perairan Bali saat diving akan ditemukan. Tapi untuk peneluran tidak ada di Bali,” tutur Aidil sembari mengatakan untuk penyebaran jenis penyu hijau biasanya berada di wilayah Kalimantan, Surabaya, Alas Purwo Banyuwangi.[bbn/spy/psk]  

Penulis : Surya Kelana

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Penyu Serangan Bali



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV