News

BMKG: Buleleng Masuk Status Awas Wilayah Berpotensi Kekeringan

Rabu, 26 Juni 2019 | 10:28 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NUSWANTARA.
Beritabali.com, Jakarta. BMKG mencatat wilayah yang berpotensi untuk masuk dalam status awas adanya prospek peluang curah hujan rendah salah satunya adalah adalah Buleleng.

Pilihan Redaksi

  • Fenomena Embun Beku di Dieng dan Suhu Dingin di Wilayah Jawa Hingga Nusa Tenggara
  • Gelombang Tinggi, BPBD Himbau Nelayan Sementara Tidak Melaut di Perairan Karangasem
  • Waspada, Ketinggian Gelombang Ombak di Penyeberangan Sanur Capai 5 Meter
  •  
    Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, curah hujan hingga tanggal 20 Juni 2019 dan prakiraan peluang curah hujan sangat rendah (< 20 mm/10 hari), telah terjadi hari tanpa hujan (HTH) berturutan pada beberapa wilayah yang berdampak pada potensi kekeringan meteorologis (iklim) dengan status Siaga hingga awas di beberapa daerah antara lain:
     
    Status awas (telah mengalami HTH >61 hari dan prospek peluang curah hujan rendah <20mm/dasarian pada 20 hari mendatang >80% )
     
    -Sebagian besar Yogyakarta
    -Jawa Timur (Sampang dan Malang)
    -Nusa Tenggara Timur 
    -Jawa Barat (Indramayu), dan
    -Bali (Buleleng)
     
    Status Siaga (telah mengalami HTH >31 hari dan prospek peluang curah hujan rendah <20mm/dasarian pada 20 hari mendatang >80%)
     
    - Jakarta Utara
    - Banten (Lebak dan Tangerang)
    - Nusa Tenggara Barat
    - Sebagian besar Jawa Tengah
     
    Monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan berdasarkan luasan wilayah, 35% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan 65% wilayah masih mengalami musim hujan. 
     
    Wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi pesisir utara dan timur Aceh, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian tenggara, pesisir barat Sulawesi Selatan, pesisir utara Sulawesi Utara, pesisir dalam perairan Sulawesi Tengah, sebagian Maluku dan Papua bagian selatan.
     
    Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Pada umumnya prospek akumulasi curah hujan 10 harian ke depan, berada pada kategori Rendah (<50 mm dalam 10 hari).
     
    Meski demikian beberapa daerah masih berpeluang mendapatkan curah hujan kategori memengah dan tinggi. Curah hujan kriteria Menengah (50 – 150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir Ace

    Pilihan Redaksi

  • Polisi Tangkap Pengusaha Tambang Ilegal di Lombok Barat
  • 2 Tahanan Kabur, Kapolresta Denpasar: Petugas Lalai Tidak Cek Tahanan dan Tertidur
  • 2 Tahanan Kabur dari Polsek Kuta Selatan
  • h, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian barat, Jambi bagian  barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi bagian tengah, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian utara.
     
    Curah hujan kriteria Tinggi (>150 dalam 10 hari) diprakirakan dapat terjadi di pesisir timur Sulawesi Tengah dan Papua bagian tengah. Pantauan BMKG dan beberapa Lembaga Internasional terhadap kejadian anomali iklim global di  Samudera Pasifik menunjukkan kondisi El Nino Lemah. 
     
    Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November Desember (OND) 2019. Masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada  : 
     
    - Sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. 
    - Pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih).
    - Peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran. (bbn/rls/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : BMKG Buleleng Status Awas Kekeringan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV