Hukrim

Oknum Anggota Ormas Serang Sekolah Harapan Bunda

Rabu, 26 Juni 2019 | 10:45 WITA

beritabali.com/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com, Jimbaran. Sekolah Harapan Bunda yang berada di kawasan Jimbaran-Uluwatu Badung, Senin (25/6/2019) dini hari, mendapat persekusi dari orang-orang yang disinyalir sebagai oknum ormas. Aksi ini terkait persengketaan sebuah lahan. Ada sejumlah korban jatuh akibat penyerangan tersebut.

Pilihan Redaksi

  • Miliki 59 Paket Sabu, Gede Adi Dituntut 15 Tahun Penjara
  • Lurah Padangsambian Tewas Gantung Diri di Gudang
  • Buser Polsek Kuta Utara Tangkap Jambret Asal Australia
  • Ditangkap Usai Beli Nasi, Leonardo Divonis 11 Tahun Sebagai Kurir Narkoba
  • Polisi Tangkap Pengusaha Tambang Ilegal di Lombok Barat
  • 2 Tahanan Kabur, Kapolresta Denpasar: Petugas Lalai Tidak Cek Tahanan dan Tertidur
  • 2 Tahanan Kabur dari Polsek Kuta Selatan
  •  
    "Kami telah membuat laporan pengaduan terhadap peristiwa tersebut, namun pihak kepolisian akan mengusutnya jika sudah laporan dari para korban," kata pengacara salah satu korban, Yanuar Nahak, SH, Selasa (26/6/2019).
     
    Menurutnya, korban sekitar 4 orang diantaranya Jeane, Benyamin, Valentino dan Mario. Saat ini mereka masih "shock" dan kini dalam perawatan medis di rumah sakit.
     
    "Kejadian ini berawal dari Hak Sewa Tanah antara klien Saya Ibu Jeane selaku penyewa dan I Wayan Bagong selaku Pemilik tanah, menurut perjanjian masa sewa dari 23 Juli 2012 - 23 Juli 2022, pembayaran akan dilunasi tanggal 3 Desember

    Pilihan Redaksi

  • BMKG: Buleleng Masuk Status Awas Wilayah Berpotensi Kekeringan
  • YLPK Bali: Jika Produk Kendaraan Terbukti "Cacat", Konsumen Bisa Tempuh Upaya Hukum
  • Kasus Penipuan Mutasi Mobil, Pelapor Pertanyakan Keluarnya SP3 dari Penyidik
  • Soal "Recall" Honda PCX 150, Ini Klarifikasi Astra Motor Bali
  • 2014. Namun meskipun sampai tanggal 3 Desember 2014 klien kami belum lunas, akan tetapi Pemilik tanah masih tetap bersikeras minta uang sehingga klien kami melanjutkan pembayaran sewa tanah hingga sisanya tinggal 40 juta. Di atas tanah tersebut berdiri sekolah Harapan Bunda mulai dari TK-SMK," terang Yanuar.
     
    Namun dalam perjalanan, pihak pemilik tanah memaksa Jeane untuk menyerahkan sekolah tersebut dengan cara memaksa membawa preman. Namun  Jeane tidak menyerahkan sekolah itu karena di dalam perjanjian sewa tanah waktu berakhir sampai dengan 23 Juli 2022.
     
    "Karena pemilik tanah tidak terima, lalu mengajukan Gugatan ke Pengadilan, yang saat ini masih sidang, Kami menyayangkan tindakan pemilik tanah yang selalu arogan, merusak barang-barang di sekolah, mengambil sejumlah barang perabot sekolah, mengambil semua data, dokumen sekolah yang merupakan arsip penting," terangnya.
     
    Menurutnya, Pihaknya sudah melaporkan kejadiannya di Polsek Kuta Selatan bahkan sudah berkali-kali pihaknya minta perlindungan hukum, akan tetapi selalu tidak ada respon dari Polsek Kuta. 
     
    "Hingga kejadian tadi malam ada penyerangan terhadap pengurus sekolah Harapan Bunda, banyak korban yang berjatuhan dan ada polisi yang menjaga di sana dan juga tidak ada respon dari polisi untuk melakukan suatu tindakan untuk mencegahnya, bahkan tadi pagi pun dari pihak korban sudah melakukan pengaduan tapi tetap tidak ada respon dari Polisi tanpa alasan yang jelas,"ujar Nahak.
     
    "Kami mohon pihak yang berwajib untuk memberikan atensi segera melakukan pengusutan, karena tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan karena hal tersebut sudah dicanangkan oleh Kapolda Bali," pungkas Yanuar.
     
    Hingga berita ini dibuat, Beritabali.com belum mendapat penjelasan atau konfirmasi dari pihak pemilik tanah, terkait duduk perkara kasus ini. [bbn/rls/psk]

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Harapan Bunda Jimbaran



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV