News

Gagal Dapat Sekolah "Favorit", Orang Tua Wajib Motivasi Anak

Kamis, 04 Juli 2019 | 10:31 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Sistem zonasi PPDB membuat banyak calon siswa berprestasi akademik yang tidak berhasil masuk sekolah yang dinilai "favorit". Orang tua yang anaknya gagal masuk sekolah negeri diharapkan segera mencari sekolah alternatif dan terus memberi motivasi agar semangat belajar anak tidak turun.

Pilihan Redaksi

  • PPDB SMA Berakhir, Kadisdik: Tak Ada yang Berubah, Tetap Mengacu Permendikbud No.51
  • PPDB SMP, Disdikpora Denpasar Tambah Kuota bagi 1.619 Siswa
  • Sistem Zonasi PPDB "Ruwet", SMA Swasta Malah "Kebanjiran" Calon Siswa Baru
  • Ombudsman Bali Akan Investigasi Laporan Dugaan PPDB Bermasalah
  •  
    Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Made Muliawan Arya, saat diminta komentar terkait polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini yang banyak menuai protes dan polemik.
     
    "Sistem zonasi PPDB faktanya sudah berjalan sesuai peraturan menteri. Yang bisa dilakukan saat ini adalah para orang tua memotivasi anaknya agar semangat belajar tidak hilang atau turun karena gagal mendapat sekolah yang dianggapnya "favorit" atau yang diinginkan. Orang tuanya jangan ikut galau dan patah semangat, karena itu nanti berdampak pada psikologis anak. Anak atau calon siswa harus terus diberi motivasi untuk tetap semangat belajarnya," ujar pria yang akrab dipanggil De Gadjah.
     
    Menurut De Gadjah, sukses atau tidaknya seseorang, tidak ditentukan oleh lokasi sekolah atau karena bersekolah di sekolah "favorit" atau unggulan, tapi kembali ke usaha masing-masing siswa dan prestasi yang diraihnya.
     
    "Sudah banyak bukti, anak yang sekolah di sekolah swasta atau sekolah lain yang dinilai biasa-biasa saja, kini malah sukses secara karir maupun finansial. Jadi mari kita bersama-sama ikut memberi motivasi kepada anak-anak yang tidak berhasil masuk sekolah ne

    Pilihan Redaksi

  • KI Bali Monitoring PPDB, Cek Pemanfaatan Surat Domisili Sesuai Zonasi Sekolah
  • Telkom Cabang Denpasar Akui Ada Gangguan Teknis Sistem PPDB SMP
  • Ortu Keluhkan PPDB SMP "Cacat", Walikota Keluarkan Diskresi
  • Sekolah Swasta Minta Pelaksanaan PPDB Tidak Langgar Aturan
  • geri atau yang dianggap "favorit" agar tetap semangat dan terus mengukir prestasi," ujarnya.
     
    Menurut De Gadjah, kebijakan PPDB dan dampaknya di masyarakat tetap menjadi evaluasi untuk PPDB tahun depan. Bila pelaksanaan PPDB ini dinilai tidak bagus dan menuai banyak masalah, maka dewan nantinya akan melakukan penolakan.
     
    Pendapat sama disampaikan Kepala Sekolah SMA Dwijendra Denpasar, I Made Oka Antara. Menurut Oka, sekolah negeri dan swasta pada intinya sama, karena jika memang pintar, seorang anak atau siswa bisa berprestasi di sekolah manapun ia berada.
     
    "Mindset harus sekolah negeri harus mulai dirubah, karena sekolah negeri atau swasta itu sebenarnya sama saja, tujuannya sama untuk mendidik anak bangsa, semua tergantung siswa dan orang tua yang ikut membimbing anaknya dalam proses belajar," ujar Oka.
     
    Oka meminta agar orang tua ikut memotivasi semangat belajar anak dan meluangkan waktu untuk membantu dan mengawasi anak saat belajar di rumah.
     
    "Orang tua jangan terlalu sibuk bekerja, jangan hanya memanjakan anak dengan uang, luangkan waktu meski sejenak untuk menemani anak belajar di rumah, itu akan sangat bermanfaat bagi anak agar bisa berprestasi," ujarnya. [bbn/psk]

    Penulis : putu setiawan kondra

    Editor : Putra Setiawan


    TAGS : Ppdb Smp Sma Smk Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV