News

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 Tahun 2019

Ngunda Bayu dalam Seni Lukis Abstrak

Minggu, 07 Juli 2019 | 20:40 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam lukisan abstrak sejatinya tertuang pemikiran-pemikiran si pelukis. Kendati beberapa masyarakat masih mengira lukisan dengan aliran abstrak tak melukiskan makna apapun.

Pilihan Redaksi

  • Politeknik Internasional Bali Berpotensi Menerima Mahasiswa Asal China
  • DPD REI Bali Optimis Capai Target Rp200 Miliar di Ajang REI Bali Expo
  • Trauma Tak Bisa Puaskan Mantan Suami, Janda Muda Gelisah
  • “Berkesenian dengan pemikiran adalah sebuah hal yang steril. Dalam hal ini steril berarti suatu karya yang utuh”, ungkap pelukis Nyoman Erawan saat menjawab pertanyaan seorang penanya dalam acara Workshop Seni Lukis di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Denpasar pada Minggu (7/7).
    Terkadang, dalam beberapa waktu, Erawan yang merupakan maestro seni lukis mengungkapkan pengalamannya. Dalam beberapa karya yang dibuat, Erawan mengaku dirinya hanya memulai dengan goresan-goresan dasar. Dari goresan itulah, Erawan mulai berpikir tentang suatu hal yang ingin diterjemahkannya dalam lukisan abstrak. Namun, tak jarang pula Erawan mengkonsep lukisan abstrak yang ingin dibuat. “Proses itu bisa dikatakan sebagai Ngunda Bayu, dalam melukis setiap jeda, setiap pemikiran yang muncul dibelakang, itu bagian dari Ngunda Bayu,” jelas Erawan.
    Istilah Ngunda Bayu tak hanya dikenal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Dalam berkesenian istilah Ngunda Bayu juga menjadi hal yang patut menjadi landasan. Raga dan pikiran tak selamanya boleh dipaksakan, keduanya membutuhkan rehat dan menyiapkan tenaga untuk kembali beraktivitas serta berkarya.
    Selama berlangsungnya workshop, suasana tampak sepi. Rata-rata peserta yang hadir adalah dari kalangan pengunjung semata. Mahasiswa dari institut kesenian pun kehadirannya dapatdihitung jari. Melihat hal tersebut, Erawan tak terlalu ambil pusing. “Saya sebagai pengisi materi, untuk mengundang itu bukanlah tugas saya, tapi seharusnya pihak dinas (Dinas Kebudayaan Provinsi Bali-red) lebih aktif lagi,” ungkap Erawan.
    Dalam menyampaikan materi, Erawan tak sendirian. Terdapat pula seniman lukis mumpuni lainnya yakni Made Mahendra, Putu Bonus, dan Wiratha serta mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bernama Vicky yang memberikan demonstrasi seni lukis dengan konsep Ngunda Bayu bersama Erawan. Workshop luar biasa ini pun ditutup dengan sebuah pembacaan puisi dari Putu Bonus dan permainan suling dari Erawan yang mengakhiri acara dengan susana damai dan tenang.[bbn/ananta/mul]

    Penulis : I Nengah Muliarta

    Editor : bbn/ananta/mul


    TAGS : Ngunda Bayu PKB 2019:Seni:Lukis



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV