News

Gempa Nusa Dua Dimutakhirkan Menjadi 5.8 SR, BMKG Rinci Penyebabnya

Selasa, 16 Juli 2019 | 13:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8. 

Pilihan Redaksi

  • Gempa Guncang Nusa Dua, Sejumlah Turis di Hotel Panik
  • 20 Unit Bangunan Terdampak Gempa 6.0 SR di Badung
  • Terasa di Seluruh Wilayah Bali, Gempa 6 SR Rusak Sejumlah Bangunan
  •  
    Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 km.
     
    Gempa bumi selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. 
     
    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan je

    Pilihan Redaksi

  • Persiapan Porprov, KONI Buleleng Tirtayatra ke Lombok
  • Pasca-Simulasi Siswa SD-SMP di Karangasem, Gempa Sesungguhnya Benar Terjadi
  • Gempa 6.0 SR Guncang Nusa Dua, Warga Berhamburan Keluar
  • nis naik mendatar (oblique thrust fault). Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI. 
     
     
    Dari rilis resmi yang dikeluarkan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono,S.T.,Dipl. Hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa ataupun dampak kerusakan yang cukup parah ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," tegas Rahmat Triyono, dalam laporannya.
     
    Disampaikannya bahwa hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). "Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pesannya. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Gempa Nusa Dua BMKG



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV