News

Buku "Kaldera Batur", Bahas Gunung Penulisan Hingga Dasar Pulau Bali di Blangsinga (1)

Sabtu, 30 November 2019 | 20:15 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Resensi buku Kaldera Batur, Tinjauan Geologi, Sosial, dan Budaya digelar di Hotel Amaris Denpasar, Jumat (29/11/2019). Buku ini membahas sejarah geologi Kaldera Batur di Bali dipadukan dengan tinjauan sosial dan budaya, sehingga mudah dipahami dan enak dibaca. 

Pilihan Redaksi

Resensi buku ini menghadirkan Prof Dr Ida Bagus Wyasa Putra (Guru Besar Universitas Udayana), Prof Dr I Nyoman Darma Putra (Guru Besar Universitas Udayana), Prof Dr I Wayan Adanyana (Budayawan), Dr Antonius Ratdomopurbo (penulis buku Kaldera Batur), dan I Wayan Juniartha (Penulis Buku Kaldera Batur).
"Ini adalah buku geologi dengan rasa sosial, bahasa geologi yang susah atau berat dilunakkan sehingga lebih mudah dipahami,"ujar penulis buku Antonius Ratdomopurbo.
Ratdomopurbo mengatakan, penulisan buku ini berawal saat ia melakukan pemotretan di kawasan Ceking Gianyar yang dikenal sebagai obyek wisata terasering di Bali. Dari penelusuran selanjutnya ditemukan fakta bahawa di Bali tidak ada lahan yang datar. 
Dalam penyusunan buku Kalder Batur ini, Ratdomopurbo juga menelusuri semua sumber air di daerah Batur dan memetakan semua sumber air di wilayah Batur. Tim penyusun juga menelusuri keberadaan batu paras di wilayah Silakaran, Sukawati, dan Guwang Gianyar. Batu paras yang ada di wilayah-wilayah tersebut mempunyai kaitan erat dengan letusan Gunung Batur purba sekitar 29-30 ribu tahun lalu.
"Kami amati batunya semua merupakan (batu) paras yang baik, jaraknya semua sama dari Batur. Batu paras yang di Silakarang sama dengan yang ada di Gunung Kawi (Gianyar). Karena kualitas batu paras yang bagus di Silakarang, maka akhirnya banyak pematung asal Desa Guwang pindah ke Silakarang,"ujarnya. 
Buku ini juga menjelaskan keberadaan Gunung terbesar di Bali tempo dulu yakni Gunung Penulisan, bukan Gunung Agung seperti yang dikenal dan dipahami saat ini.
"Dulu (Gunung) Penulisan yang paling besar, kemudian ada "anaknya" yakni Gunung Abang, dan kemudian Gunung Agung. Gunung Penulisan dulu sangat besar, sekarang ini hanya sisanya,"jelasnya.
Sebelum terbentuk Pulau Bali seperti yang ada saat ini, jelas Ratdomopurbo, Pulau Bali masih berada di dasar samudera. Dasar atau pondasi Pulau Bali yang ada di dasar samudera itu kini berlokasi di wilayah Blangsinga, Gianyar. 
"Blangsinga itu dasar samudera yang terangkat, gunungnya ada di Manggis, ada letusan gunung, kemudian batu besarnya numpuk di daerah Guwang,"paparnya.[bersambung]

Penulis : Putra Setiawan

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Kaldera Batur Bali



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV