Informasi

Wagub Cok Ace: Yadnya Suci Harus dibangun dari Tiga Poin Penting

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KLUNGKUNG.
Bali memang terkenal dengan berbagai upacara, namun semakin berkembangnya jaman, banyak yang menyelenggarakan karya dewa yadnya atau pun manusa yadnya dengan jor-joran dan terkadang tidak masuk dalam esensi penting dari “wangun yadnya” itu sendiri. 

Pilihan Redaksi

  • Wagub Cok Ace Minta Hipakad Turut Jaga Keamanan Bali
  • Wagub Cok Ace Sebut Untuk Menjadi Pemimpin harus Memelihara 3 Mata Dalam Diri
  • Wagub Cok Ace Harapkan Sumbangsih Ide Baru Bagi Penguatan Visi Pemprov Bali
  •  
    Untuk itu, jika masyarakat ingin melaksanakan suatu upacara atau menghaturkan yadnya maka harus berlandaskan pada tiga poin penting yaitu “Pikayun, Kemampuan dan Kepatutan”. 
     
    Demikian terungkap oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat meghadiri Karya Balik Sumpah Madya, Ngenteg Linggih, Nyenuk, Mekebat Daun, Nangun Ayu lan Mupuk Pedagingan Di Pura/Merajan Satria Pungakan I Dewa Peswahan Desa Pakraman Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, pada Minggu (21/7). 
     
    Lebih lanjut, Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut menyatakan bahwa, menyelenggarakan sebuah yadnya harus berlandaskan tiga poin tersebut. “Jika karya tersebut sudah sesuai kepatutannya, dan juga didukung dengan adanya kemampuan namun tidak didukung dengan pikayun seluruh semeton, maka sama saja karya tersebut akan berjalan tanpa arti apapun, untuk itu ketiganya harus ada dan dijalankan dengan baik maka jadilah karya tersebut sebuah Yadnya Suci yang tulus ikhlas,” ucap Wagub Cok Ace
     
    Disamping itu, Wagub Cok Ace juga menerangkan dalam sambramawacana singkatnya bahwa tujuan yadnya tersebut juga sebagai simbol untuk membayar hutang pada bhatara lelangit. Menurutnya manusia lahir ke dunia sudah memiliki hutang, yaitu hutang pada leluhur, hutang pada orang tua, hutang pada guru pengajian dan hutang pada bhatara lelangit. 
     
    Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk melaksanakan upacara seperti ini dengan gotong royong. “Upacara ini juga sesuai dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga keseimbangan dari segi Sekala lan Niskala, untuk itu karya-karya seperti ini haru

    Pilihan Redaksi

  • Lagi, Politeknik Internasional Bali Kerjasama Dengan Perusahaan Jepang
  • Perut Ditikam Pisau, Lalu Muhamad Tetap Lawan Perampok
  • Perampokan Money Changer Teuku Umar, Seorang Karyawan Nyaris Tewas
  • s tetap dilaksanakan, dijaga dan dilestarikan, ”pungkasnya seraya menandatangani Prasasti pembangunan merajan Satria Pungakan tersebut. 
     
    Sementara itu Ketua Panitia Acara Ngakan Nyoman Muliawan, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak Wagub yang sudah bersedia untuk menghadiri acara ini. Ia menyatakan bahwa merajan pasemetonan ini diempon oleh 45 kk. Untuk mendukung pelaksanakan karya ini maka masing-masing KK diminta medana punia sebanyak 3 juta rupiah. 
     
    Untuk itu, sesuai dengan arahan Bapak Wagub, maka pihaknya dengan seungguh-sungguh menghaturkan karya ini dengan tulus ikhlas hal itu tercermin dalam sikap gotong royong saat mengambil karya ini yang tidak berlebihan atau jor-joran. Selanjutnya terkait karya, ia menyatakan bahwa karya ini sudah dimulai sejak 4 juni 2019 lalu, sedangkan Puncak Karya jatuh pada Wraspati Umanis Dunggulan (Manis Galungan) Kamis (25/7) dan akan disineb pada Anggara Umanis Kuningan (30/7). (bbn/humasbali/rob)

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Wagub Cok Ace Yadnya Manusa Yadnya Karya Dewa Yadnya Bali Upacara



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV