News

Berkat Daur Ulang Sampah, Relawan Jembrana Bisa Bantu Penyandang Disabilitas dan Siswa Tidak Mampu

Rabu, 21 Agustus 2019 | 20:30 WITA

Beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, JEMBRANA.
Pameran industri dan kerajinan (Inkra) Jembrana telah ditutup Selasa (20/8). Dari ratusan perajin yang mengikuti pameran juga sudah mengemasi barang-barang mereka dan membongkar standnya masing-masing.

Pilihan Redaksi

  • Tanamkan Kedisiplinan dan Jiwa Kebangsaan, PIB Libatkan TNI-AL
  • Bantuan Bedah Rumah Bermasalah, Seret Nama Kadis Keuangan Tabanan
  • Kandang Ayam Terbakar, 12 Ribu Ternak Hangus
  • Menristekdikti Apresiasi Printer 3D "Made in Bali"
  • Namun dibalik riuhnya suasana di pameran yang digelar sejak 11-20 Agustus di areal parkir Pemkab Jembrana tersebut ada suasana sangat mengharukan.
    Di salah satu stand pameran yaitu stand UMKM Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) diadakan kegiatan sosial.
    Di stand ini memang menyediakan spot selfie/swaphoto dari bahan daur ulang sampah plastik. Swaphoto di stand ini tidak memasang tarif. Namun hanya disiapkan donasi selfie sambil berbagi seiklasnya untuk membantu sesama.
    Di stand ini Selasa sore  penyandang disabilitas saling berpelukan dan bahkan salah seorang penyandang disabilitas Ayu Yumang menangis.
    Dia mengenakan bando buatannya ke kepala Kadek Medita Valentina yang juga penyandang disabilitas yang tangan juga kakinya bengkok.
    Ayu Yumang yang datang ke stand dengan kursi roda memang seorang perajin rajutan yang bersinergi dengan relawan Jembrana untuk memasarkan produknya selama pameran. Relawan Jembrana juga berusaha memberdayakan Yumang.
    Saat itu Relawan Jembrana menyerahkan hasil penjualan produk rajutan Yumang dan donasi.
    Disaksikan Sekdis Pendidikan Jembrana Putu Periyanto, Relawan Jembrana juga menyerahkan bantuan dana untuk  Komang Medita Valentina penyandang disabilitas yang kini kelas IV SD, Kadek Dwi Febriana (tuna grahita) siswi SLBN Negara, Putu Adi Wiraguna (tuna grahita) siswa SLBN Negara, Ida Ayu Ketut Juni Astiti siswi tidak mampu yang sekolah di SMPN 1 Negara. Ayahnya kini sedang sakit sehingga ibunya jadi tulang punggung keluarga dengan berjualan banten dan  Indah Puspa Rahayu siswi tidak mampu yang sekolah di SMPN 1 Negara.

    Pilihan Redaksi

  • Dampak Kemarau, di Karangasem Petani Saling Intip Jaga Pasokan Air
  • Pengacara Tidak Menyangka Jaksa Tuntut Kedua Terdakwa 17 Tahun Penjara
  • Bupati Suwirta Ajak Generasi Muda Jangan Menganggap Diri Hebat Sebelum Berbuat
  • -21 at 20_18_41.jpeg" style="width: 600px; height: 450px;" />
    Putu Periyanto mewakili Kadis Pendidikan Jembrana mengapresiasi apa yang dilaksanakan Komunitas Relawan Jembrana dan peduli dengan pendidikan.  Serta melakukan pemberdayaan pada penyandang disabilitas dan juga lansia. "Dulu saya pernah tugas di Dinas Sosial sangat senang bekerjasama dengan pekerja sosial dalam membantu sesama," jelasnya.
    Koordinator Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) Putu Witari menyampaikan terimakasih kepada Dinas Koperindag Pemkab Jembrana karena sudah diberi kesempatan dalam mengikuti pameran selama 10 hari. Sehingga bisa mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan dan daur ulang sampah. Demikian juga bisa berbagi pada sesama dengan spot swaphoto dari bahan daur ulang sampah plastik.
    "Semua hasil dari donasi dikotak selfie sambil berbagi kami dedikasikan untuk kegiatan sosial. Meskipun hasilnya tidak maksimal karena banyak pula yang selfie namun tidak mau berbagi tapi kami senang karena mayarakat sudah mengapresiasi karya dan kreasi kami dan bisa selfie di depan rangkaian bunga botol plastik," pungkas Witari. (bbn/gus)

    Penulis : bbn/jim

    Editor : Gus


    TAGS : Disabilitas Sampah



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV