Hukrim

Jaksa Jerat 2 Terdakwa yang Merusak Gembok Pintu Rumah dengan 2 Pasal

Rabu, 21 Agustus 2019 | 19:20 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Hanya karena ingin menuntut atau menguasai aset sebuah rumah, kedua terdakwa Dony Yudianto (37) asal Surabaya bersama I Gusti Agung Adi Sastra (33) diadili di PN Denpasar, Rabu (21/8).

Pilihan Redaksi

  • Pengacara Tidak Menyangka Jaksa Tuntut Kedua Terdakwa 17 Tahun Penjara
  • Jaksa Tuntut 14 Tahun Kurir Asal Madura yang Sempat Cicipi Cabu Pesanan
  • Jaksa Tuntut Tukang Las Miliki 1.000 Lebih Pil Koplo 8 Tahun Bui
  •  
    Agenda sidang yang langsung dengan pemeriksaan saksi ini, menyebutkan bahwa kedua terdakwa telah melakukan tindakan pengrusakan secara bersama-sama terhadap suatu benda yang bukan hak miliknya.
     
    "Kedua terdakwa melakukan pengrusakan gembok dan pintu rumah milik orang lain yang beralamat di jalan Pulau Batanta nomor 12 Denpasar Barat," ungkap Jaksa Ni Luh Oka Ariani Adikarini,SH.MH sebagaimana tertuang dalam dakwaan.
     
    Sidang yang digelar di ruang Candra dengan Majelis Hakim yang diketuai Dewa Budi Wadsara,SH.MH, itu menyebutkan bahwa didudukkannya kedua terdakwa ini berawal dari terdakwa Dony.
     
    Tepatnya pada Sabtu, 8 Juli 2107 sekitar pukul 11.00 WITA, terdakwa Dony mengajak terdakwa Gusti yang belakangan diketahui sebagai "Boddyguard" dari terdakwa Dony, mendatangi pengacaranya bernama Wilmar Sitorus,SH (saat ini sudah almarhum).
     
    Kedatangan mereka menanyakan soal status kepemilikan rumah yang terletak di Jalan Batanta Nomor 12 Denpasar Barat. Dimana rumah tersebut diklaim oleh Dony, sebelumnya dijadikan kantor usaha bisnis Valas, Properti dan Film.
     
    "Pengakuan terdakwa Dony, rumah itu adalah kantor yang sekaligus jadi rumah tinggal alm Gunawan Adi (alm) dan merupakan mitra kerja dari ayah korban (alm)," ungkap JPU dari Kejari Denpasar itu.
     
    Masih dalam dakwaan, diketahui bahwa rumah yang jadi kantor tersebut telah menjadi aset milik berdua dari alm ayah terdakwa dengan alm Gunawan Adi. Selanjutnya, kedua terdakwa menuju ke rumah tersebut namun rumah dalam keadaan pintu di gembok. Terdakwa Dony akhirnya memanggil tukang saksi Rudi untuk membuka gembok. 
     
    Karena tidak dapat dibuka, terdakwa Gusti dan Saksi Rudi merusak gembok dan pintu rumah tersebut. Sialnya, ternyata di dalam rumah itu ada wanita yang mengaku bernama saksi, Harwilah.
     
    Wanita itu mengaku dikunci dari luar oleh pemilik rumah saat akan tutup. Kemudian kedua terdakwa mengacak-acak ruangan untuk mencari dokumen

    Pilihan Redaksi

  • Kantor KUD Sulahan Dilelang, Anggota Pertanyakan Kejelasan Aset dan Dana Deposito
  • Berkat Daur Ulang Sampah, Relawan Jembrana Bisa Bantu Penyandang Disabilitas dan Siswa Tidak Mampu
  • Tanamkan Kedisiplinan dan Jiwa Kebangsaan, PIB Libatkan TNI-AL
  •   yang merupakan bukti perjanjian bahwa rumah beserta kelengkapan perkantoran jadi aset bersama antara ayah korban dan pemilik rumah.
     
    Karena tidak mendapatkan bukti yang dicari, kedua terdakwa pergi sembari meminta saksi Rudi untuk membuatkan kunci gembok baru. Namun atas kerusakan itu, pihak pemilik rumah bernama saksi, Ira Candra Wirayang mengaku mengalami kerugian mencapai Rp4 juta. Hingga melaporkan terdakwa Dony yang tinggal di Jalan Merdeka II Renon ke Polisi.
     
    Hasil pemeriksaan dan pembuktian, diketahui bahwa sesuai Sertifikat Hak Milik yang dikeluarkan dari Kantor Pertahanan Kota Madya Denpasar, maka rumah yang berlokasi di Jalan Batanta Nomor 12 di desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat terdaftar sesuai gambar dan telah menjadi hak milik atas nama saksi, Ira Candra Wirayang.
     
    "Perbuatan kedua terdakwa dijerat Pas 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP serta dalam dakwaan kedua diancam Pasal 406 ayat (1) Jo Pasal 412 KUHP," Sebut Jaksa Oka. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Rusak Gembok Rumah Jaksa Jerat Pasal



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV