News

Rakor SAR Dukung Industri Pariwisata NTB dan Militansi Pelayanan

Rabu, 28 Agustus 2019 | 21:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, .
Guna melengkapi keperluan di industri pariwisata dan meningkatkan militansi pelayanan kepada masyarakat, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan Rapat Koordinasi (rakor) di Lombok Raya Hotel, Mataram, Rabu (28/8). 

Pilihan Redaksi

  • Dua Kompi Brimob Polda NTB Dikirim ke Papua
  • Lewat Jambore IMI, NTB Promo MotoGP
  • Jaksa Agung "Ground Breaking" Kantor Kejati-Kejari NTB yang Rusak Pascagempa
  •  
    Rakor selama tiga hari ini menghadirkan beberapa sukalerawan (volunteer) asing. Glenn James Mc Nicoll, dosen Sertification Programmer Leader of Community Skill dari  New Zealand, Dr Gaby Weidman, Kepala Intensif Care  Royal Darwin Hospital, Australia, serta Sakinah Lombok Ocean Care (LOC) dari Jerman. 
     
    Di kesempatan rakor ini, diserahkan juga hibah berupa lahan untuk operasional Basarnas NTB, dari Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Sumbawa (KSB). Kepala Kantor Basarnas Mataram, I Nyoman Sidakarya SH dalam sambutannya menjelaskan tentang tema, dari rakor yang diikuti 70an peserta ini. Yakni "Melalui Rapat Koordinasi dan Latihan SAR Kita Tingkatkan Profesionalisme, Sinergitas, dan Militan  Dalam Pelayanan Terhadap Masyarakat Guna Mendukung Penyelenggaraan Operasi SAR". 
     
    Bahwa dalam penanganan operasi bencana secara kolosal, Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dilakukan latihan guna meningkatkan kualitas dan kemampuan agar berlangsung sinergitas dan koordonasi yang baik saat di lapangan. "Dari rakor selama tiga hari ini kita harapkan ada transfer ilmu dari latihan-latihan yang kita adakan," jelas krama Bali asal Munggu, Kabupaten Badung ini. 
     
    Di kesempatan rakor ini, Nyoman Sidakarya juga menjelaskan kehadiran Bupati KLU, Dr H Najmul Akhyar SH MH, dan Bupati KSB, HM Husni Djibril Bsc. Bahwa kedua Bupati dari dua kabupaten di NTB ini menyerahkan hibah lahan untuk Basarnas di masing-masing kabupaten terkait.
     
    Sementara itu Direktur Operasi Basarnas Pusat, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama SIP memaparkan, tanpa sinergitas dalam operasi kolosal, sebuah lembaga atau badan penyelamatan tidak bisa bekerja sendiri dan melakukan dengan baik. Potensi Search and Rescue atau SAR  sesungguhnya adalah berada di banyak tempat yang perlu reaksi cepat. 
     
    Bekerjasama dengan semua lini, TNI dan Polri, serta masyarakat. Bahwa  Basarnas itu memiliki fungsi rescue,. selebihnya yang bergerak itu.adalah TNI dan Polri. "Karena itu dalam setiap penanganan kebencanaan, kita tidak pernah mengatasnamakan SAR atau Basarnas. Selalu tim yang kita libatkan, tentunya ada TNI-POLRI, Polair dan juga masyarakat, serta lembaga lainnya," tegas Budi Purnama. 
     
    Dijelaskan pula oleh Purnama total keberadaan Kantor SAR di Indonesia, yang berjumlah 38 tempat. Dari jumlah tersebut 30 persennya mengalami kendala untuk pengadaan Alut (alat utama, red) untuk pertolongan dan pencarian. Selain itu sumber daya manusia (SDM) Basarnas diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). 
     
    "Karena SDM Basarnas itu adalah ASN, yang tiap tahun hanya terima 170an orang. Namun mudah-mudahan dengan yang ada ini di setiap pantai ada rescue sehingga respon time bisa dengan cepat kita tangani," ujar Budi Purnama, yang mengacu pada wilayah NTB luas dengan perairan khususnya pantai.
     
    Bahwa Basarnas itu kata Budi Purnama memiliki fungsi menanggulangi tiap kecelakaan transportasi, kebencanaan, dan kondisi yang membahayakan manusia.
     Sedangkan Wakil Gubernur NTB, Hajah Sitti Rohmi Djalilah yang hadir mewakili Gubernur NTB, Doktor Zulkiflimansyah dalam sambutannya lebih menekankan soal koordonasi dan Mitigasi. 
     
    "Bencana Lombok berupa ge

    Pilihan Redaksi

  • Pembunuhan Kadek Roy, Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup
  • Polda Bali dan Bawaslu Bali Bahas Persiapan Pilkada 2020
  • Hakim Vonis 16 Tahun Kurir Pengantar Setengah Kilo Sabu
  • mpa tahun lalu menjadi titik balik kita di NTB dalam penanganan bencana. Ke depan di NTB tidak boleh ada bangunan yang tidak memenuhi syarat kegempaan," tegas Wagub Rohmi, seraya menyebutkan kebencanaan menjadi salah satu program unggulan gubernur NTB saat ini. 
     
    Ditekankan pula oleh Wagub Rohmi, kalau semua potensi bencana ada di NTB. Apalagi belakangan ini marak terjadi kebakaran lahan dan hutan. Yang tentunya tidak hanya berhenti pada tindakan pemadaman api saja. Namun dicari sumber penyebabnya dan koordonasi penanganannya. Pun dengan maraknya warga atau wisatawan terseret arus saat berwisata. 
     
    "Banyak PR yang harus dikerjakan satu-satu. Banyak negara yang lebih rawan bencana dari kita. Tapi mereka survive. Ini yang harus kita pelajari," tutup Rohmi, seraya menyebut negara Jepang dan Hawai sebagai negara maju yang rawan bencana, namun unggul dan survive dalam penanganannya. (bbn/lom/rob)

    Penulis : Ni Luh Sulastri

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Rakor SAR Pariwisata Militansi NTB



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV