Hukrim

Alasan Keamanan, Rekonstruksi Kasus Penebasan di Abiansemal Dilakukan di Mapolres Badung

Selasa, 03 September 2019 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Penyidik Satreskrim Polres Badung diam-diam menggelar rekontruksi, pada Selasa (3/9/2019) pagi, terkait tewasnya I KDK RA (23) yang dibantai dua pelajar SMA Denpasar, IDP EAM dan I PBWS. 

Pilihan Redaksi

  • Kenakalan Remaja Menjadi Kejahatan Remaja, Mana Orang Tua Mereka?
  • Kedua Remaja Tersangka Dijerat Pasal Berlapis Terancam 15 Tahun Penjara
  • Seorang Pemuda Tewas Dibacok di Abiansemal, 2 Pelaku Berusia 15 Tahun
  •  
    Diduga masalah keamanan, rekontruksi 17 adegan itu dilaksanakan di Mapolres Badung. Rekontruksi tersebut menghadirkan belasan saksi dan dua tersangka yakni I DP EAM dan I PBWS. Wajah keduanya terpaksa ditutupi zebo karena masih berstatus pelajar. Adegan per adegan dilakukan kedua tersangka dari mulai mabuk-mabukkan di Kafe Madu Abiansemal Badung. Hingga terjadi keributan dengan kelompok pemuda diantaranya korban I KDK RA. 
     
    Adegan berikutnya, setelah kedua kelompok itu membubarkan diri tersangka I PBWS pergi membonceng tersangka I DPEAM mengendarai Honda Scoopy DK 6244 FAR. Tiba di Jalan Raya Angantaka-Kutri, keduanya sempat dikejar sekelompok pemuda, dua diantaranya korban I KDK RA dan AGHP dengan mengendarai Honda Vario DK 5883 FH. 
     
    Aksi kejar-kejaran terhenti setelah kedua tersangka berbelok menuju rumah tersangka I PBWS di Banjar Tunon Desa Singakerta, Ubud Gianyar. Di rumah tersebut, tersangka PBWS berdalih tiba-tiba teringat salah seorang temannya ketinggalan di Kafe Madu ABiansemal Badung. Ia pun berniat mencari temannya itu dan membawa parang (blakas) untuk jaga diri. 
     
    “Di rekontruksi itu, tersangka PBWS menyerahkan parang ke tersangka DP EAM di atas sepeda motor,” jelas Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa. 
     
    Dalam perjalanan menuju Kafe Madu, tanpa sengaja mereka bertemu dengan korban I Kadek Roy Adinanta yang berboncengan dengan Agus Gede Nurhana Putra di persimpangan Br Samu Desa Sigaran, Abiansemal Badung. 
     
    Langsung saja, tersangka Dewa Putu EAM mengacungkan parang ke arah korban sembari berteriak Woiii..Kedua tersangka mengejar dan be

    Pilihan Redaksi

  • Hakim Vonis Bayar Pengganti Rp5 M Oknum Kolektor LPD Korupsi Rp15 M
  • Konsultan Psikolog Asal Rusia yang Sempat Kabur dari Rutan Polda Jalani Sidang
  • Karma Simanis, Aplikasi Permudah Pemantauan Hasil Kegiatan OPD
  • rhasil menendang motor hingga kedua korban terjatuh ke selokan. Setelah itu kedua tersangka turun dan mengarah ke selokan. 
     
    Pada adegan ke-13 ini, tersangka I PBWS sempat menyuruh tersangka DP EAM untuk menebas kedua korban, namun tidak mau. Walhasil, pelajar SMA di Denpasar ini mengambil parang dari DP EAM yang saat itu duduk di atas sepeda motor. 
     
    Dalam adegan ke- 15 inilah, tersangka PBWS mendekati selokan dan menebas I KDK RA sebanyak 3 kali mengenai bagian punggung korban. Korban bersimbah darah dan tewas seketika di lokasi. Belum puas, tersangka I P BWS juga menebas korban AGNP dengan 2 kali tebasan mengenai kepala bagian kiri korban. Korban ini lolos dari maut setelah kabur ke pematang sawah. 
     
    “Tersangka Dewa PEAM hanya menyaksikan di dekat sepeda motor,” ujarnya. Setelah kejadian pembantaian itu, kedua tersangka kabur dan berhasil ditangkap Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Abiansemal Badung di rumahnya masing-masing. (bbn/Spy/rob)

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Kasus Penebasan Abiansemal Rekonstruksi



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV