Hukrim

Dituntut 15 Tahun Bui, Pasutri Kurir Sabu Langsung Nangis Minta Keringanan Hukuman

Jumat, 13 September 2019 | 15:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Pengadilan Negeri Denpasar kembali harus memutuskan hukuman kepada pasangan suami istri (pasutri) yang terjerat kasus narkotika.

Pilihan Redaksi

  • BNNP Bali Musnahkan 5 Kg Lebih Sabu Milik Tersangka Sindikat Asal Aceh
  • Jaksa Tuntut Pemuda Edarkan Sabu dalam Bungkus Permen 8 Tahun Penjara
  • Miliki 29 klip Sabu dan Ekstasi, Sulastri Terancam 20 Tahun Penjara
  •  
    Kali ini, terdakwa Setyawan Santoso alias Wawan (22) bersama istrinya Septiana Lanjarsari (24) harus meninggalkan seorang anak yang masih kecil cukup lama. Itu setelah  JPU menuntut hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing 15 tahun.  
     
    Selain itu, dihadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi,SH.MH pihak JPU Kejari Denpasar juga mengajukan tuntutan denda sebesar 1 miliar rupiah subsider 6 bulan penjara.
     
    "Menyatakan kedua terdakwa telah melakukan tindakan pemufakatan jahat pidana Narkotika dan prekusor Narkotika dengan tanpa hak atau melawan menguasai Narkotika golongan I berupa sabu berat bersih 732,10 gram," urai Jaksa Ni Luh Oka Ariani Adikarini,SH.MH di ruang sidang Kartika, PN Denpasar. 
     
    Perbuatan kedua terdakwa ini oleh Jaksa telah diatur dan diancam dalam Pasal 132 ayat (1) Junto Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
     
    "Menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan pidana kepada kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 15 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tuntutnya.
     
    Begitu mendengar tuntutan jaksa, pasutri ini langsung menangis dan memohon kepada penasehat hukumnya dari Pusbakum agar bisa melunakkan keputusan hakim pada putusan nantinya.
     
    Sebagai diuraikan pada dakwaan, Wawan yang kesehariannya bekerja sebagai montir bengkel mobil dan Septiana sebagai ibu rumah tangga, ini terjebak untuk mau jadi budak bandar narkoba sebagai kurir.
     
    Rupanya usaha nyambi sebagai kurir ini terendus petugas. Hingga pada Selasa, 9 April 2019 sekitar pukul 17.30 WITA, petugas berhasil mengamankan keduanya saat sedang melakukan tempelan di seputaran

    Pilihan Redaksi

  • UMKM Denpasar Kembali Terlibat di Pameran Kriyanusa
  • Kesaksian Kepala BKD Bali Kuatkan Gugatan Adnya Mulyadi di PTUN
  • Renald Kasali: Dunia Sekarang Benar-Benar Jadi Panggung Sandiwara
  • Jalan Pemogan dengan mengendarai sepeda motor. 
     
    Saat itu Wawan terlihat jalan kaki menuju Gang Futsal sedangkan Septiana menunggu di lapangan bulu tangkis. Saat itulah mereka langsung dicokok, dari keduanya ditemukan 8 paket sabu yang masing-masing  4 paket sabu. 
     
    Lalu, petugas kembali melakukan penggeledahan di tempat tinggal Pasutri itu di kamar no.3 Amor Apartemen, Jalan Taman Sari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Disana, petugas kembali menemukan 29 paket sabu-sabu. Juga ditemukan 1 buah timbangan elektrik,  serta barang bukti terkait lainnya.
     
    "Dari 37 paket sabu-sabu yang diamankan diperoleh total berat bersih 732,10 gram," beber jaksa Oka.
     
    Menurut pengakuan Wawan, ia mendapat atau mengambil sabu-sabu atas perintah dari bosnya yang dikenal nama Aras (masih dalam penyelidikan). Pasutri itu menjadi perantara jual beli sabu demi mendapat upah Rp50 ribu untuk satu lokasi tempel. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Pasutri Kurir Sabu Tuntutan Jaksa Minta Keringanan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV