News

Partisipasi Anak dalam Masyarakat Terutama Keluarga Masih Dianggap Sepele

Jumat, 13 September 2019 | 17:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menilai partisipasi anak dalam masyarakat terutama keluarga masih dianggap sepele.

Pilihan Redaksi

  • Tensi PB Djarum vs KPAI Jangan Korbankan Masa Depan Anak
  • Pemkot diundang Gorontalo Paparkan Keberhasilan Raih Kota Layak Anak
  • Ketua TP PKK Bali Inisiasi Gerakan Kasih Sayang Peluk Anak
  •  
    Hal ini terungkap saat acara Bimbingan Teknis Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP) di Kuta, Kamis (12/9/2019) malam. Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak Kemen PPPA, Lis Rosdianti mengatakan hal ini terbukti dalam beberapa acara Musrenbang tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi masih disepelekan.
     
    "Padahal sudah nunjuk-nunjuk, tetapi mereka tetap tidak dikasih kesempatan untuk berbicara," sebutnya.
     
    Bahkan, tidak hanya di tingkat rapat, ia mengungkap dalam keluarga pun masih banyak yang tidak melibatkan partisipasi anak dalam berbagai keputusan, misalnya mau rekreasi atau yang berhubungan dengan pilihan lainnya. Inilah, menurutnya yang sering terjadi pada pandangan orang dewasa bahwa mereka terlanjur sudah menganggap lebih tahu dunia anak ketimbang menggali pendapat dari mereka sendiri.
     
    Padahal, Rosda menyebutkan dengan pemenuhan hak partisipasi anak dalam forum dan keluarga justru akan memenuhi hak anak lainnya seperti yang disebutkan dalam kluster 5 hak anak yakni; pertama hak sipil dan kebebasan; kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; ketiga, kesehatan dasar dan kesejahteraan; keempat, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni dan budaya; dan kelim

    Pilihan Redaksi

  • Sebulan Menghilang, Tawon Jadi Petunjuk Penemuan Jasad Dadong Tuprug
  • Implementasi E-learning Pada PTS di Bali Terganjal Kesiapan Sarana
  • Kota Denpasar Raih Penghargaan "Most Prosperous City" dari FIABCI-Asia Pacific
  • a perlindungan khusus.
     
    Dengan dipenuhinya partisipasi anak, lanjutnya, pelanggaran hak anak atau kasus kekerasan anak dan kasus terjerumus ke lingkungan negatif seperti merokok dan lainnya tidak akan terjadi.
     
    "Padahal selama ini sudah terbentuk Forum Anak dan Bimtek yang merupakan wadah bagi mereka untuk berbicara di Musrenbang di tingkat Desa, Kecamatan, Provinsi hingga nasional seperti Bappenas," katanya sembari menjelaskan peran Bimtek Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor dalam meningkatkan kapasitas mereka untuk berbicara di depan umum dan menanggapi isu-isu di sekitar mereka yang perlu direspon.
     
    Saat ini tercatat Forum anak terdapat di 34 provinsi, 433 kabupaten kota, 814 kecamatan dan 1.821 desa di seluruh Indonesia. Selain mengejar kuantitas, Kemen KPPA juga mendorong peningkatan kualitas agar menaikkan keterlibatan anak dalam pembangunan dan pemenuhan konvensi hak anak yang dijamin negara. (bbn/rob)

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Partisipasi Anak Masyarakat Warga Sepele



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV