News

Peran PHDI Kota Denpasar Lebih Sentral Karena Masyarakatnya Majemuk

Minggu, 15 September 2019 | 17:10 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Peran Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar lebih sentral dibanding PHDI kabupaten/ kota lainnya dikarenakan dengan masyarakatnya yang majemuk, maka tantangan menguatkan pemahaman masyarakat dalam beragama, butuh kerja keras. 

Pilihan Redaksi

  • Menuju Kota Budaya, Pemkot Gelar FGD Libatkan OPD Hingga Perbekel
  • Wagub Cok Ace Harap PHDI Bisa Beri Batasan Penodaan yang Terjadi di Tempat Suci
  • Obrolan Warung Kopi Soal Gerakan Hindu Bali 4.0: "Mimih Ratu!"
  •  
    Hal ini diungkapkan Ketua PHDI Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) pelantikan Pengurus anyar PHDI Kota Denpasar yang dikukuhkan secara niskala melalui upacara mejaya-jaya, Sabtu (14/9) lalu di Pura Jagatnatha, Denpasar. 
     
    Setelah mengemban tugas, para pengurus dan anggota PHDI Denpasar diharapkan bisa langsung kerja menjalankan program, baik program yang baru di rumuskan maupun program sebelumnya. Peran PHDI, kata dia, khususnya di Kota Denpasar tidak hanya menguatkan pemahaman agama semata. Salah satu tugas yang ia nilai penting adalah PHDI dapat mendorong masyarakat agar melaksanakan ajaran agamanya dan belajar agamanya. Terhadap cakupan yang lebih luas, kemajuan teknologi juga harus menjadi perhatian dalam menguatkan kualitas SDM umat, khususnya kaum muda. 
     
    Baginya, kemajuan teknologi yang mengedepankan digitalisasi mesti diimbangi dengan menjaga interaksi sosial, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkup yang lebih luas, sehingga mengurangi potensi konflik. 
     
    "Pelecehan pura, pelecahan umat, warisan dan pindah agama, itu poin-poin utama. Kalau ada keputusan (solusi) disosialisasikan, kalau belum ada keputusan segera dirumuskan disampaikan ke Parisadha Bali," terangnya.
     
    Sudiana yang juga Rektor IHDN Denpasar ini mengatakan, PHDI provinsi Bali akan siap dan selalu terbuka untuk merumuskan berbagai solusi dari persoalan yang dihadapi umat Hindu. Kepada pengurus dan anggota baru PHDI Kota Denpasar, ia berharap agar maksimal mengabdi di PHDI dengan menjalankan anggaran dasar dan rumah tangga PHDI dalam mengayomi umat. Harapan serupa juga disampaikan Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram. 

    Pilihan Redaksi

  • Amankah Jika Berhubungan Saat Istri Hamil?
  • Gaet Milenial, DPC Gerindra Denpasar Gelar Pendidikan Politik di Mall
  • Kisruh Internal, Pimpinan KPK Serahkan Mandat Lembaga kepada Presiden Jokowi
  • v>
     
    "Selamat bertugas anggota dan pengurus anyar, kami berharap PHDI bisa bersinergi dengan Dinas Kebudayaan," harapnya. 
     
    PHDI Denpasar, kata dia, berperan strategis dan sejalan dengan visi misi Kota Denpasar yang kreatif dan berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan, yang salah satu misinya adalah penguatan jati diri masyarakat kota Denpasar berlandaskan kebudayaan Bali. 
     
    Ketua PHDI Kota Denpasar, I Nyoman Kenak, menyadari PHDI mengemban tugas berat mengingat era yang semakin transparan ini. Menjawab tantangan tersebut, ia mengatakan akan langsung bergerak menjalankan tugas. Mulai dari mengkoordinir kader PHDI di tingkat desa dan juga kecamatan, khususnya kaum muda. 
     
    "Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan kader kecamatan, kami sudah membentuk kadernya di empat kecamatan," ujarnya sembari berharap para anggota memiliki spirit yang sama untuk mengabdi di PHDI Denpasar. (bbn/rob)

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : PHDI Kota Denpasar Sentral Masyarakat Majemuk



    News Lainnya :


    Berita Lainnya