Informasi

Koster Tetap Bangun Nusa Penida Meski di Pilgub 2018 Hanya Peroleh 25%

Minggu, 06 Oktober 2019 | 18:25 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, KLUNGKUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut jika dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 lalu, cuma meraih 30 persen dukungan suara di Klungkung, dan hanya 25 persen di Nusa Penida. 

Pilihan Redaksi

  • Gubernur Koster Ajak Gelorakan Semangat Perdamaian ke Penjuru Nusantara
  • Gubernur Koster Tegaskan Keberpihakan pada Petani Lokal Bali
  • Koster Minta Mahasiswa Suarakan Aspirasi Sopan dan Jaga Tata Tertib Saat Berdemokrasi
  • Namun ia menegaskan komitmennya bahwa dukungan politik tak boleh menjadi kendala dalam membangun Bali secara utuh dan menyeluruh sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. 
    "Walaupun saat pemilihan (Pilgub) lalu,  saya kalah di Klungkung, tapi itu bukan alasan dan halangan untuk tetap mencintai masyarakat Nusa Penida. Saya akan tetap membangun seluruh wilayah di Bali. Sebagai bentuk dukungan Pemprov atas pembangunan di Klungkung, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan beberapa pembangunan infrastruktur yang akan menunjang pengembangan daerah ini," tegasnya saat membuka pelaksanaan Nusa Penida Festival Bali 2019 di Pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Minggu (6/10).    Ketegasan komitmen itu telah dibuktikan langsung dirinya usai dilantik sebagai Gubernur Bali pada Rabu, 5 September 2018 lalu di Jakarta oleh Presiden Joko Widodo, dengan mengajak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bertemu Presiden di Jakarta untuk membahas sejumlah pembangunan infrastruktur di Nusa Penida.
    "Seusai Saya dilantik, saat diundang ke Istana bersama Pak Bupati (Nyoman Suwirta, red), saya langsung membawa beberapa proposal usulan proyek. Salah satunya terkait pembangunan dermaga segitiga emas Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan. Awalnya masuk perencanaan pun belum, tapi berkat kerja keras dan hubungan yang baik dengan pemerintah pusat. Akhirnya proposal ini disetujui. Dan dipastikan pembangunan ini sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2020. Pagu anggaran sudah disiapkan walaupun belum maksimal, nanti kita akan kembali usulkan penambahan pada perubahan 2020," imbuh Gubernur asal Sembiran Buleleng ini.
    Kebutuhan akan infrastruktur penyeberangan dari-menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan menurut Gubernur Koster mutlak diperlukan jika melihat kondisi penyeberangan yang ada saat ini.   "Pembangunan ini untuk menunjang kepentingan masyarakat agar Nusa Penida mudah dijangkau utamanya saat pelaksanaan upacara di Pura Dalem Nusa Ped. Sehingga pemedek dari luar gampang tangkil, masyarakat asli lebih gampang mobilisasi kalau mau keluar dan pulang dan yang terpenting layanan pariwisata," kata Gubernur Koster seraya mengajak seluruh lapisan masyarakat, Kementerian, jajaran Pemprov Bali, Pemkab Klungkung, investor dan masyarakat lokal untuk ikut aktif bersama-samanmemajukan Nusa Penida dengan menjaga segala potensi yang dimiliki. 
    "Pembangunan pariwisata membutuhkan dana yang tidak sedikit, perlu waktu, curahan pikiran dan tenaga, jadi mari bersabar, kita rencanakan dan realisasikan secara bertahap. Pemprov akan memfasilitasi dan mendukung. Mari ikut aktif mulai dari hal yang terkecil, semisal membersihkan telajakan dan median jalan agar pengunjung nyaman. Jangan ujug-ujug langsung marah, Nusa Penida macet langsung marah sama pemerintah. Padahal kalau Nusa Penida macet berarti perkembangannya tumbuh, kalau lancar berarti sepi. Jadi mari kita bangun

    Pilihan Redaksi

  • Lestarikan Seni Budaya Bali, Kelurahan Sumerta Gelar Pentas Seni Budaya
  • Wabup Suiasa Ajak Sekaa Teruna Belajar Kegiatan Adat, Seni dan Budaya
  • Sekaa Teruna Mekar Jaya Luncurkan Aplikasi Berbasis Android, Giri Prasta Apresiasi
  • bersama-sama," ajak Gubernur Koster menutup sambutannya.
    Di hadapan para undangan dan masyarakat Nusa Penida yang sangat antusias menyaksikan acara pembukaan, Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan potensi yang dimiliki Nusa Penida berupa pemandangan alam dan bawah laut serta sejumlah pura yang berpotensi menjadi tujuan wisata religi. Hal ini sangat potensial dikembangkan menjadi sumber pertumbuham ekonomi baru di Bali, khususnya Kabupaten Klungkung. 
    "Di Nusa Penida banyak pura ini bisa dikemas menjadi wisata religi, dengan kelebihan yang dimiliki daerah ini akan menjadi magnet bagi para wisatawan. Sangat potensial sebagai sumber penghasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru bagi Klungkung, sehingga akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini masa depan Bali, harus tetap dijaga. Membangun pengembangan pariwisata harus tetap menjaga kepentingan spiritual masyarakat, harus selaras, perkuat kehidupan spiritual masyarakat Nusa Penida," terang Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

    Penulis : Humas Provinsi Bali

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Koster Nusa Penida



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV