Hukrim

Jaksa Beberkan Dakwaan Kasus 2 ABG Tebas Mahasiswa di Angantaka

Kamis, 19 September 2019 | 22:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kasus Keributan dua kelompok pemuda yang berawal di Cafe dan mengakibatkan seorang tewas kena kapak, memasuki sidang perdana di PN Denpasar, Kamis (19/9).

Pilihan Redaksi

  • Kasus Ancaman Pembunuhan Atlet Badung, Polisi Masih Buru Pelaku
  • Motif Pria Coba Bunuh Diri di Jembatan Tukad Ngongkong Belum Diketahui
  • Alasan Keamanan, Rekonstruksi Kasus Penebasan di Abiansemal Dilakukan di Mapolres Badung
  •  
    Perkara yang digelar tertutup itu dibacakan dakwaan oleh Jaksa I Gede Agus Suraharta,SH di ruang sidang anak yang dipimpin oleh Hakim Kimiarsa,SH.MH dan I Gst Ngr Putra Atmaja,SH.MH.
     
    Sebelum memasuki ruang sidang, dua kubu dari keluarga korban tewas dan kedua terdakwa anak sudah memenuhi areal pengadilan yang bertempat di Jalan Soedirman, Denpasar depan Makorem 163 Wirasatya. 
     
    Dalam dakwaan disebutkan bahwa peristiwa berdarah itu berawal dari keributan di Cafe Madu, Desa Angantaka, pada malam minggu 24 Agustus 2019, lalu. Diduga dua kelompok pemuda ini sudah dalam keadaan mabuk sebelum masuk Cafe.
     
    Berawal dari kedatangan saksi korban, Agus Gede Nurhana Putra (18) yang datang bersama sekitar 10 orang temannya termasuk salah suatunya korban tewas, Kadek Roy Adinata (23). Saat itu, Agus Gede terlibat keributan dengan pengunjung di meja lain dari kelompok pemuda Desa Sibanggede.
     
    "Keributan diawali dari dalam cafe hingga berlanjut di luar cafe," sebut Jaksa usai sidang.
     
    Setelah masing-masing kelompok membubarkan diri, justru saksi korban Agus Gede yang yang dibonceng oleh korban merasa masih belum terima dan berusaha mengejar kedua terdakwa anak I yaitu PB (15) yang berboncengan dengan terdakwa anak II, DPE yang juga msih berumur 15 tahun.
     
    Saksi korban dan korban yang berstatus mahasiswa ini mengejar sampai ke Desa Tunon. Hanya saja, kedua terdakwa anak ini lebih dahulu tiba di rumah terdakwa anak I dan mengmabil Blakas (kapak). "Ka

    Pilihan Redaksi

  • Karyawan Villa di Tabanan Tilep Uang Tamu Jutaan Rupiah di Kamar
  • Usulan Festival Jegog Tampilkan Berbagai Versi Jegog di Jembrana
  • Tim Jaksa Penuntut Umum Tolak Eksepsi Tim Kuasa Hukum Sudikerta
  • rena terdakwa I yang akan membawa motor, oleh terdakwa anak I kapak tersebut diserahkan kepada terdakwa anak II Dewa Putu Eka, selanjutnya mengejar balik saksi korban dan korban (Roy Adinata)," sebut Jaksa dari Kejari Badung, itu.
     
    Keduanya akhirnya bertemu di Jalan Kerasan Desa Sedang. Saat itu korban dipepet dari belakang dan langsung ditendang hingga terjungkal dari motor yang dikendarai. Terdakwa anak, DPE yang menggenggam kapak langsung menyerang saksi korban dan korban.
     
    Akibat kejadian itu, korban Kadek Roy meninggal dunia dan saksi korban Agus Gede mengalami luka-luka dalam kondisi kritis di RS Mangusada, Mengwi. "Kedua terdakwa anak telah melakukan tindakan yang direncanakan dan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Keduanya dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-2 dan ke-3 KUHP jo UU No.11 tahun 2012 Tentang sistem peradilan pidana anak," tutup Jaksa. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Made Ari Wirasdipta

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : PN Denpasar Mengwi Denpasar Kejari Badung RS Mangusada



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV