Hukrim

Kronologis Caleg Gagal Tipu BPR Rp1 M

Jumat, 04 Oktober 2019 | 16:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Dalam sidang, terungkap bagaimana I Wayan Juliadnyana (45) terdakwa asal desa Tista, Tabanan yang gagal lolos duduk di DPRD Bali saat pencalegan tahun ini menipu BPR di Tabanan senilai Rp1 miliar.

Pilihan Redaksi

  • Caleg Gagal Tipu BPR Rp1 Miliar Kena Vonis 2,5 Tahun
  • DKPKP Gianyar Lakukan Penebaran Benih di Banjar Serongga Kelod
  • Tertib Administrasi, Capil Mataram Datangi Pasangan Pengantin ke Rumah
  • Bermula pada 6 November 2014, terdakwa mengajukan permohonan kredit sebesar Rp 1 miliar dengan jangka waktu pelunasan 12 bulan. Terdakwa menggunakan jaminan dua sertifikat tanah atas nama terdakwa sendiri. Atas permohonon kredit terdakwa, PT BPR Dewata Indobank memproses permohonan kredit terdakwa.
    Pada 19 November 2014, Dirut PT BPR Dewata Indobank, I Gede Yono Sudana Arsa memberitahukan pada terdakwa surat penegasan persetujuan kredit dan meminta terdakwa melengkapi persyaratan ditentukan. Selanjutnya pada 20 november, saksi Yono datang ke bank melengkapi semua persyaratan yang diminta.
    “Saat itu, terdakwa menyatakan bahwa salah satu sertifikat masih dalam proses pemecahan. Saat dimintai bukti pemecahan, terdakwa mengatakan belum diambil,” beber Siti Sawiyah,SH selaku jaksa penuntut umum (JPU).
    Keesokan harinya, masih dalam dakwaan terdakwa bersama saksi Yono menandatangani kredit. Namu

    Pilihan Redaksi

  • Kronologi Temuan Jenazah Suarningsih Setelah Sutarsa Bunuh Diri di Kelan
  • Kronologi Penangkapan 2 WN Polandia Pelaku Skimming di ATM Candidasa
  • Kronologis Penangkapan Nelayan Pengebom Ikan oleh Polda NTB
  • n, sebelum itu terdakwa dan saksi datang ke rumah saksi notaris untuk meminta pendapat pemecahan sertifikat. Di hadapan notaris terdakwa menyebut sertifikat tanah yang ada di Desa Subamia, Tabanan, sedang dipecah.
    “Untuk meyakinkan korbannya, terdakwa membuat surat persetujuan dan kuasa yang ditandantangani bersama istrinya,” imbuh JPU Siti.
    Singkat cerita, oleh terdakwa justru surat tersebut tidak pernah diserahkan pada pihak bank. Namun, justru dipindahtangankan atau dijual pada pihak ketiga, yakni pada Agus Harimurti.
    Atas perbuatan terdakwa pihak BPR mengalami kerugian Rp 1 miliar. Uang tersebut telah dihabiskan untuk kesenangan pribadi dan kebutuhan keluarga.
    "Telah diberi surat peringatan dan somasi, tetapi tidak ada itikad terdakwa mengembalikan. Terdakwa telah menikmati habis uang dari hasil penipuannya,” sebut Jaksa. (bbn/maw/rob)

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Caleg Gagal Tipu BPR Tabanan Penipuan



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV