Informasi

Pameran Properti Internasional, REI Bali Target Tembus Transaksi Rp100 M

Rabu, 25 September 2019 | 18:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Real Estat Indonesia (REI) mengadakan expo atau pameran Indonesia International Property Expo 2019 (IIPEX) dengan menjangkau konsumen lebih luas di 4 kota yakni Denpasar, Jakarta, Surabaya dan Medan

Pilihan Redaksi

  • LPPM Unud Dorong Gerak Ekonomi Desa Bangun Kewirausahaan di BUMDes
  • Wabup Kembang: Peran Puri strategis Dukung Pembangunan Daerah
  • REI Bali Sambut Penambahan Dana Rumah Subsidi Rp8,6 triliun Bak Angin Surga
  •  
    Ketua Panitia Expo, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya, mengungkapkan di Bali akan ada 22 stand developer REI dan bank sponsor yang partisipasi. Hal ini untuk mendorong penjualan perumahan di Bali. 
     
    "Target kami untuk pameran bisa tembus Rp 100 miliar, dan kami optimistis," sebutnya. 
    Kami yakin karena realisasi expo sebelumnya di Juli 2019 mencapai Rp 70 miliar. Sementara untuk unit, akan dijual baik rumah subsidi maupun non subsidi. Mulai harga Rp 158 juta hingga Rp 2 miliar," beber Ananta.  
     
    Menurut dia, untuk menarik minat milenial membeli rumah, pada expo ini terdapat kemudahan-kemudahan diantaranya uang muka Rp 5 juta, diskon Rp 25 juta serta free pagar, kanopi, batu sikat, dan lainnya.
     
    Pada pameran tersebut, sekitar 2.000 unit rumah subsidi yang siap dijual ke masyarakat di Bali. Sementara jika ditotal dengan 4 kota yang ikut expo maka rumah subsidi mencapai 30 ribu unit. Sedangkan untuk rumah non subsidi ada sekitar 1.000an, dan jika digabung dengan 4 kota mencapai puluhan ribu. Pameran rumah di mall merupakan inisiasi dari DPP REI dan berkolaborasi dengan DPD REI di 4 wilayah.  
     
    Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Ketua Panitia Expo, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya membuka Indonesia International Property Expo 2019 (IIPEX) dengan pemotongan pita di Trans Studio Mall Bali, Rabu (25/9).
     
    Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengapresiasi kegiatan yang  salah satunya diadakan di Kota Denpasar. Pihaknya mengaku sangat bangga karena beberapa waktu lalu Kota Denpasar dinobatkan menjadi Kota termakmur se-Indonesia.
     
    “Kami sangat bangga Kota Denpasar menjadi salah satu tuan rumah kegiatan ini. Artinya di Denpasar memiliki tingkat huni yang baik apalagi beberapa waktu lalu dinobatkan menjadi kota termakmur se-Indonesia,” ujar Jaya Negara.
     
    Sementara itu Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura mengatakan, selama pameran akan ada tablet yang bisa menampilkan rumah yang tersedia antar wilayah dan mempermudah transaksi antara developer dengan konsumen. Pihaknya pun optimistis kebutuhan rumah akan selalu ada selama masih ada cinta (pernikahan). Apalagi backlog atau kebutuhan rumah di Bali mencapai 200 ribu unit. 
     
    "Selama ada cinta, maka kebutuhan rumah akan ada. Karena akan hadir keluarga baru. Meski ketidakpastian ekonomi global dan nasional sangat berpengaruh bagi industri perumahan," katanya. 
     
    Bagi kaum milenia

    Pilihan Redaksi

  • Mengaku tidak Tahu Ambil Kain Berisi Ganja, 2 Pemuda ini Divonis 8 Tahun Penjara
  • Bupati Badung Resmikan Bank Sampah dan Kawasan Bebas Sampah, Kantong Plastik di Petang
  • Rencana Kontinjensi untuk Bencana Longsor di Kabupaten Badung
  • l diberikan jangka waktu cicilan yang lebih panjang hingga 30 tahun. Konsumen bisa mengambil rumah subsidi dengan harga di bawah Rp 200 juta maupun rumah komersil dengan harga Rp 500 juta dan cicilan hanya Rp 4 jutaan dengan tenor 14-20 tahun. 
     
    "Jika diperpanjang menjadi 30 tahun mungkin hanya Rp 2,5 juta saja per bulan," terang Pande. 
     
    REI Bali menargetkan FLPP atau rumah subsidi dari awal tahun hingga akhir 2019 sebanyak 3.000 unit, sampai saat ini telah menembus 1.000 unit. "Pameran ini, juga ingin menekankan bahwa sudah waktunya kaum milenial memiliki rumah. Makanya ada cicilan dengan tenor hingga 30 tahun," bebernya. 
     
    REI menyasar kaum milenial yang berada pada rentang usia 25-30 tahun. Sehingga jangka waktu mencicilnya bisa lebih panjang dan biaya yang dikeluarkan lebih murah. "Hanya saja banyak kaum muda yang enggan atau takut. Padahal sebenarnya kebutuhan rumah sangat penting," cetusnya. (bbn/humasdenpasar/rob)

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : REI Denpasar Jakarta Surabaya Medan DPD REI Bali



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV