Hobi

Chandra Salim, Kolektor Ratusan Kayu Gaharu Antik dan Langka

Kamis, 26 September 2019 | 07:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, BADUNG.
Beritabali.com, Jimbaran. Seorang warga yang tinggal di daerah Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, mengoleksi ratusan potong kayu gaharu antik dan langka. Beberapa koleksi kayu gaharunya sudah pernah ditawar hingga miliaran rupiah lebih per potong oleh pecinta kayu gaharu dari dalam dan luar negeri.

Pilihan Redaksi

  • Tambah Keindahan, Bunga Pohon Perindang di Jalanan Kota Denpasar Bermekaran
  • Suku Bunga Acuan BI Turun, Diharapkan Dorong Kredit Usaha di Bali
  • Pohon "Salak Lanang" Berusia Puluhan Tahun, Diyakini Sebagai Penjaga Pohon Lainnya
  •  
    Memasuki kediaman Chandra Salim di daerah Jimbaran, bau harum khas kayu gaharu langsung tercium. Di ruang penyimpanan ratusan kayu gaharu inilah Chandra Salim memajang ratusan koleksi kayu gaharu antik dan langka, yang diklaimnya sebagai koleksi kayu gaharu terbanyak di Bali.
     
    Ratusan koleksi kayu gaharu ini diperoleh Chandra Salim dari daerah Pulau Kalimantan yang memang dikenal sebagai penghasil kayu gaharu berkualitas. 
     
    Kayu gaharu yang ada di kediaman Chandra Salim teridiri dari tiga jenis yakni gaharu yakni Valeria, Trinof, hingga jenis kayu gaharu Valensis yang memiliki kualitas paling tinggi.
     
     
    "Kayu-kayu gaharu ini saya kumpulkan selama 10 tahun lebih, ini kayu gaharu bagus dari Kalimantan di lengkapin surat SDN, Sampai sekarang saya berani bilang ini koleksi gaharu terbanyak di Bali. Dari dulu saya senang kayu gaharu karena punya harum yang khas, wanginya abadi tidak akan hilang. Jika baunya hilang itu kayu gaharu yang tidak benar,"jelas Chandra, kepada Beritabali.com, Rabu (25/9/2019). 
     
    Ratusan koleksi kayu gaharu milik Chandra Salim ada yang berbentuk utuh atau asli seperti saat didapat di tengah hutan, namun ada juga kayu gaharu yang sudah dibentuk menjadi patung atau ukiran dengan berbagai tema. Salah satu koleksinya, yakni sebuah kayu gaharu seberat dua belas kilogram yang telah diukir, telah ditawar pecinta kayu gaharu senilai Rp 2 miliar sekitar enam tahun lalu, namun hingga kini belum dilepas oleh Chandra Salim.
     
    Koleksi kayu gaharu Chandra Salim sebagian besar berbentuk natural hasil bentukan alam seperti berbentuk komodo, berbentuk papan selancar, dan aneka bentuk unik lainnya yang jarang ditemukan.
     
    "Bentuk-bentuk unik dari alam ini merupakan pemberian dari Tuhan, jarang ada karena memang dibentuk alami oleh alam," ujar Chandra.
     
    Selain berbentuk natural bentukan alam, koleksi kayu gaharu Chandra Salim ada yang telah diukir, sudah berbentuk patung, dibuat gelang gaharu yang bernilai jual tinggi, hingga dibuat tongkat untuk pedanda atau pendeta Hindu. 
     
    "Koleksi-koleksi yang ada di sini sangat langka, sebagian besar koleksi di sini tidak dijual, kecuali ada yang memang mengerti kayu gaharu, baru kita bicarakan. Kayu Gaharu yang bagus kualitasnya, harganya hingga miliaran rupiah. Saya suka harumnya, bukan berat atau ringannya. Kayu gaharu asli kalau kena suhu panas maka makin harum,"jelasnya.
     

    Pilihan Redaksi

  • Gugatan Adnya Mulyadi Kandas, Malah Balik Dapat Hukuman Bayar Biaya Perkara
  • Dewan Minta Eksekutif Antisipasi Jalur Perlintasan Jebol Sebelum Datang Musim Hujan
  • Kasus Tilang Berujung Kematian, Poda NTB Tahan 9 Polisi Pelaku Penganiayaan
  • " style="height:224px; width:400px" />
     
    Selain untuk koleksi seni, sebut Chandra, kayu gaharu ternyata juga memiliki khasiat pengobatan. Serutan kayu gaharu bisa diseduh air panas dan diminum untuk mengobati berbagai penyakit.
     
    Kayu Gaharu juga punya manfaat obat. Di China dari jaman kerajaan kayu gaharu dipercaya bisa hidupkan sel sel mati dan obati beberapa macam penyakit seperti untuk kesehatan ginjal, mengatasi sakit perut, menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, mencegah kanker, dan aneka khasiat lainnya. 
     
    Meski sudah memiliki ratusan koleksi kayu gaharu antik dan terglong langka,  Chandra Salim mengaku masih terus berburu kayu gaharu antik dan langka untuk dikoleksi. Suatu saat Chandra Salim berkeinginan membuat semacam galeri atau museum kayu gaharu di Bali untuk menyimpan koleksi kayu gaharu miliknya yang semakin bertambah.[bbn/psk]

    Penulis : I Komang Robby Patria

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Badung Bali Kayu Gaharu China Chandra Salim



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV