Kesehatan

Suka Tertawa saat Sedih, Karakter Joker Disebut Alami Gangguan Emosi PBA

Minggu, 06 Oktober 2019 | 11:10 WITA

bbn/suara.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, .
Beritabali.com, Jakarta. Secara psikologis, sosok Joker yang kini tengah menjadi topik hangat publik disebut mengalami kondisi pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional.

Pilihan Redaksi

  • CSR The Sak dalam Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Wanita Pengrajut di Negara
  • Safari Kesehatan Menyasar Warga Banjar Sawah Pedungan
  • Minum Teh Ternyata Baik untuk Kesehatan Otak
  • Dikutip dari Suara.com yang melansir dari Mayo Clinic, pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional adalah jenis gangguan emosional yang ditandai dengan tangisan, tawa atau penampilan emosional yang tak terkendali. 
    Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa berhenti tertawa, sekalipun dalam kondisi sedih.  Gangguan emosional ini biasanya terjadi pada orang dengan kondisi neurologis tertentu atau cedera, yang mungkin mempengaruhi cara otak mengendalikan emosi.
    Jika seseorang memiliki pseudobulbar, ia akan mengalami emosi secara normal. Tetapi, terkadang mereka akan mengekspresikan emosinya secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini dapat terasa memalukan dan mengganggu kehidupan sehari-hari orang di sekitarnya.
    Adapun gejala awal yang perlu Anda ketahui jika seseorang memiliki pseudobulbar, seperti tangisan dan tawa yang tidak terkendali hingga berlebihan. Ba

    Pilihan Redaksi

  • "Iron Man" Serka Dewa Astawa, Lari Keliling Bali 374 Kilometer (3-Habis)
  • "Iron Man" Serka Dewa Astawa, Lari Keliling Bali 374 Kilometer (2)
  • "Iron Man" Serka Dewa Astawa, Lari Keliling Bali 374 Kilometer (1)
  • hkan, seseorang yang tadinya tertawa sangat berlebihan bisa secara tiba-tiba menangis.
    Tangisan itulah yang menjadi tanda paling jelas bahwa seseorang memiliki inkontinensia emosional. Karena, tingkat respons emosional yang disebabkan oleh PBA juga sering mencolok.
    Contohnya, seseorang tertawa dan menangis pada situasi yang orang lain melihat itu tidak lucu maupun menyedihkan. Apalagi jika ia tertawa dan menangis dalam satu situasi yang sama secara berlebihan.
    Oleh karenanya, gangguan emosional seperti ini sering kali membuat penderitanya menangis. Kondisi ini juga seringkali disalahartikan sebagai depresi.
    Padahal gejala inkontinensia emosional ini biasanya hanya terjadi beberapa saat. Sedangkan depresi, biasanya menyebabkan perasaan sedih yang berkelanjutan. Selain itu, orang dengan PBA biasanya juga akan mengalami gangguan tidur dan kehilangan nafsu makan.

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : Admin


    TAGS : Karakter Joker Psikologi Kesehatan Gangguan Emosi PBA



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV