News

Rumah Singgah Kanker Khusus Anak

Mengidap Kanker, Kadek Rehan Bercita-Cita Jadi Tentara

Jumat, 15 November 2019 | 08:25 WITA

kadek (kiri) dan ibunya/ beritabali.com

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Sebuah rumah singgah penderita kanker khusus anak anak di Denpasar Bali telah menampung dan membantu ratusan penderita kanker anak anak. Tak hanya dari Bali, anak anak penderita kanker yang singgah dan tinggal di sini juga datang dari Indonesia bagian timur.

Pilihan Redaksi

Rumah singgah bagi anak anak penderita kanker ini berlokasi di jalan Pulau Flores Denpasar. Rumah singgah kanker dibawah Yayasan Kasih Anak Kanker Bali ini telah berdiri sejak enam tahun lalu.
Sejak berdiri, rumah singgah untuk anak anak penderita kanker ini telah membantu ratusan anak anak penderita kanker dari Bali dan dari wilayah Indonesia Timur. Selain menjadi rumah singgah, beberapa anak penderita kanker dari keluarga tak mampu juga tinggal di sini sambil menjalani pengobatan kanker di Rumah Sakit Sanglah Denpasar.
Salah satu anak penderita kanker yang sering singgah di rumah singgah ini adalah Kadek Rehan Diantara asal Kota Singaraja Buleleng. Kadek sudah divonis menderita kanker sel sejak usia satu tahun.
Hingga saat ini, Kadek yang bercita cita menjadi tentara ini sudah menjalani pengobatan kanker selama sembilan tahun. Lewat kemoterapi rutin, perlahan lahan sel sel kanker yang ada dalam tubuh Kadek mulai berkurang dan diharapkan akan hilang atau sembuh.
Ibu Kadek, Putu Eka Suryani, mengaku banyak suka duka yang dialami selama merawat anaknya yang kanker selama sembilan tahun. Ia berharap anaknya bisa sembuh dan bisa tumbuh kembang seperti anak normal lainnya.
"Banyak suka duka saat merawat Kadek, dukanya saat habis dikemo dia mual-mual mau muntah dan digundul. Sukanya bisa melihat dia terus bertahan hingga saat ini. Semoga Kadek bisa terus bersama saya," ujar Putu Eka Suryani saat ditemui di rumah singgah (14/11/2019).
Pembina rumah singgah kanker khusus anak, Dwi Wahyu Kurniawan mengatakan, meski baru berdiri enam tahun, rumah singgah kanker khusus anak ini sudah merawat 270 anak anak penderita kanker. 
"Kendala utama yang dihadapi rumah singgah ini adalah tempat tinggal jika ada anak anak yang memang harus tinggal di rumah singgah ini selama pengobatan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar,"ujar Dwi Wahyu Kurniawan, pembina rumah singgah kanker khusus anak.
Pihak pengelola rumah singgah khusus kanker berharap ada bantuan dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum untuk membantu operasional rumah singgah kanker khusus anak anak ini. Dengan bantuan para donatur, diharapkan rumah singgah kanker khusus anak anak ini dapat bertahan dan dibangun lebih permanen serta lebih luas.  

Penulis : Tim Liputan

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Kanker Anak Denpasar Bali



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV