Hiburan

YSA ke-7 Membludak, Ini Daftar Pemenang Sineas Muda Indonesia

Minggu, 03 November 2019 | 14:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Melanjutkan rajutan benang Youth Sineas Award 6 (YSA 6), kini Youth Sineas Award 7 (YSA 7) hadir kembali di tahun 2019. Tepatnya tanggal 2 November 2019, Madyapadma Journalistic Park akan menyelenggarakan Youth Sineas Award 7 (YSA 7 ) dengan mengambil dua lokasi yang berbeda, yakni di SMAN 3 Denpasar dan Gedung Merdeka, Denpasar. 

Pilihan Redaksi

  • 2020, Siswa SD, SMP di Jembrana Siap Berantas Korupsi
  • Siswa SDN 1 Sulahan, Bangli Diwajibkan Bawa Air Comberan
  • Pemkot dan DPRD Kota Madiun Belajar Pengadaan Laptop untuk Siswa di Badung
  • Semenjak tahun 2010 hingga sekarang Youth Sineas Award 7 (YSA 7) telah menjadi sebuah festival film anak muda (maksimal 20 tahun) berskala nasional, yang digelar rutin oleh ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 3 Denpasar, Madyapadma Journalistic Park.      Telah dipersiapkan semenjak Bulan Agustus lalu, hadirnya Youth Sineas Award 7 (YSA 7) ini, ialah sebagai wadah menampung sekaligus mengapresiasi bentuk kreativitas anak muda Indonesia dalam menggeluti bidang perfilman. Khususnya, kategori film dokumentasi dan fiksi. 
    Kendati telah berlangsung dari 9 tahun silam, I Kadek Putra Puja Wirawan (17) selaku ketua panitia YSA 7, mengaku terkejut dengan adanya ledakan minat perfilman di kalangan anak muda Indonesia, pada tahun 2019 ini. Tanpa diduga, tercatat total sebanyak 111 karya film dokumenter dan fiksi, yang berlaga di dalam YSA 7. Ratusan hasil ekspresi anak muda itu pun berasal dari 14 provinsi, 35 kota/kabupaten, dan 67 lembaga / sekolah / komunitas, yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. 
    “Nggak nyangka aja minat anak muda di tahun 2019 ini akan meledak seperti itu, berbeda dengan tahun lalu, hasil karya film yang masuk hanya kisaran 80. Tentu kaget juga sangat senang melihat antusiasme mereka yang semakin membesar dalam menggeluti bidang film,” ungkap Puja Wirawan, tatkala ditemui menjelang pembukaan YSA 7 di SMAN 3 Denpasar. 
    Lantas ratusan karya itu pun melewati masa penjurian, dan berhasil dirampingkan menjadi sebanyak 9 karya film dokumenter, yaitu Golden Chain, Gun Jack, Orang-Orang Tionghoa, Tambang Pasir, Lautze, Irama Betawi, Humanize, Mom Please Don’t Die dan Tangan Milenial. Serta sebanyak 5 karya film fiksi, yang diantaranya Buru, Hari Yang Menyenangkan, Pesawat Kertas, Maaf yang Tertinggal, dan Sekeping Harapan. 
    Tak hanya sebatas ajang perlombaan, YSA 7 pula melangsungkan dua jenis talkshow guna memantik gairah anak muda dalam bidang film. 
    “Kami juga menghadirkan 2 talkshow, yaitu talkshow Menggali Ide Film Fiksi Horor dan Komedi, juga talkshow mengenai Pentingnya Riset dalam Film Dokumenter,” ujar Puja Wirawan dengan gaya santainya. 
    Dengan menggandeng dua alumni ternama Madyapadma Journalistic Park, I Dewa Ayu Diah Cempaka dan Anak Agung Ngurah Bagus Kusuma Yudha, mereka berdua akan siap berbincang-bincang menemani antusiasme anak muda Indonesia.       Apalagi di tahun 2019 ini, para pendatang baru justru mendominasi laga YSA 7, bahkan kalangan anak SMP pun turut unjuk gigi. 
    “Ya itu perkembangan minat yang sangat melesat, memang anak muda itu nantinya akan terus berkembang, bahkan siapa yang tahu kalau tahun depan nanti, anak SD juga bisa buat film,” tutur Ni Made Yani Savitri (16) di sela-sela kesibukannya, selaku Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park. 
    Yani Savitri pula menambahkan, di tahun 2020 nanti, YSA 8 akan siap menampung gebrakan-gebrakan baru dan ledakan antusiasme sineas muda seluruh Indonesia. 
    Berikut daftar pemenang YSA ke-7:
    -    Film Dokumenter Terbaik •    Tambang Pasir [SMA N Bukateja Purbalingga] 
    -    Ide Film Dokumenter Terbaik •    Tambang Pasir [SMA N Bukateja Purbalingga] 
    -    Sinematografi Film Dokumenter Terbaik •    Irama Betawi (Esther Verina Mooy) [Universitas Multimedia Nusantara] 
    -    Penyunting Gambar Film Dokumenter Terbaik •    Tambang Pasir (Abraham Krisnanda) [SMA N Bukateja Purbalingga]
    -    Sutradara Film Dokumenter Terabaik •    Tambang Pasir (Sekar Ayu Kinanti) [SMA N Bukateja Purbalingga]
    -    Poster Film Dokumenter Terbaik •    Irama Betawi [Universitas Multimedia Nusantara] 
    -    Juri Prize Film Jurnalistik Kategori SMP •    Mom, Please Don't Die [SMPN 56 Surabaya]
    -    Poster Terfavorite Film Dokumenter •    Gun Jack [MAN 1 Yogyakarta]
    -    Film Terfavorite Dokumenter •    Golden Chain [SMKN 2 Probolinggo]
    -    Madyapadma Institute Award Film Dokumenter •    Lautze [SMKN 6 Jakarta
    -    Film Cerita Terbaik •    Hari Yang Menyenangkan [Institut Kesenian Jakarta] 
    -    Skenario Film Cerita Terbaik  •    Pesawat Kertas (Eja, Togok) [Institut Seni Indonesia Padangpanjang]
    -    Sinematografi Film Cerita Terbaik •    Hari Yang Menyenangkan (Andri Firmansyah) [Institut Kesenian Jakarta]
    -    Tata Suara Dan Musik Film Cerita Terbaik •    Buru [SMK HKTI 2 Purwareja Klampok Banjarnegara] 
    -    Penyunting Gambar Cerita Film Terbaik  •    Hari Yang Menyenangkan [Institut Kesenian Jakarta] 
    -    Sutradara Cerita Film Terbaik •    Hari Yang Menyenangkan (M. Rizal Hanun) [Institut Kesenian Jakarta]
    -    Poster Film Cerita Terbaik •    Pesawat Kertas [Institut Seni Indonesia Padangpanjang] 
    -    Pemeran Pria Terbaik  •    Buru (Taufik Setya Pambudi) [SMK HKTI 2 Purwareja Klampok Banjarnegara]
    -    Pemeran Wanita Terbaik  •    Pesawat Kertas (Gita Nevia) [Institut Seni Indonesia Padangpanjang]
    -    Madyapadma Journalistic Park Award Sineas Pemula Film Cerita •    Sekeping Harapan [SMPN 3 Denpasar]
    -    Madyapadma Insitute Award Film Cerita  •    Pesawat Kertas [Institut Seni Indonesia Padang Panjang]

    Penulis : Rilis Pers

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Youth Sineas Award Madyapadma Journalistic Park Festival Film Anak Muda



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV