Ekbis

NTB Jajaki Kerja Sama Pengembangan Listrik Tenaga Bayu dengan Denmark

Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:05 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, .
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjajaki potensi kerjasama dalam sejumlah bidang dengan negara Denmark. Salah satunya teknologi pengembangan energi terbarukan (renewable energy) khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu. 

Pilihan Redaksi

  • Pembersih Tumpahan Minyak di Air Bawa Pelajar NTB Juara 1 Sains Nasional
  • Petani Tembakau NTB Was-was Kenaikan Cukai dan HJE
  • Polda NTB Musnahkan Bom Mortir Sisa Perang Dunia II
  • Kondisi lahan di NTB baik di Lombok maupun Sumbawa dianggap cocok untuk investasi di bidang pengembangan energi terbarukan, termasuk tenaga surya atau biomass.
    "Dua pulau besar NTB, Lombok dan Sumbawa punya potensi besar untuk investasi di bidang pengembangan energi terbarukan. Misalnya pembangkit listrik tenaga angin yang sudah maju di Denmark," kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah, saat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, Rasmus A Kristensen, Senin (21/10).
    Dijelaskan, untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), NTB sudah memiliki tiga unit, yakni di Sengkol, Selong, dan Pringgabaya. Dengan masing-masing berkapasitas 7 MWp atau totalnya 2q MWp. 
    Sementara untuk biomass, NTB memiliki ladang jagung yang produksinya mencapai lebih dari 2 juta ton berdasar data 2018.
    Untuk kebijakan Zero Waste Province, Gubernur Zul tertarik dengan Denmark, karena negara kerajaan itu sudah mempunyai undang-undang perlindungan lingkungan sejak tahun 1973. Dengan teknologi zero waste management yang sudah dikembangkan oleh Denmark selama puluhan tahun itu, Zul yakin bisa diadopsi dan dikembangkan sesuai kondisi di NTB.
    Dubes Kerajaan Denmark, Yang Mulia Rasmus A Kristensen didampingi Head of Energy Cooperation, Thomas Caprla Henriksen. Dan Head of Environmental Cooperation, Morten Holm van Donk menyambut baik peluang kerjasama NTB-Denmark, karena pihaknya sudah beberapa kali ke NTB.
    Didampingi staf khusus Bidang Investasi dan Waste Management, Lutfiya Al Qarani, selain investasi di bidang pengembangan energi tenaga bayu, tenaga surya dan biomass,  gubernur Zul mendiskusikan tentang pengelolaan sampah (waste management), hingga pariwisata dan pendidikan.
    "NTB sangat terbuka dengan setiap langkah kerjasama dan penanaman modal atau investasi. Dari manapun, baik domestik, maupun internasional, swasta maupun institusi negara," tegas Gubernur Zul, yang mengajak Denmark untuk ikut meramaikan investasi dan kerjasama berbagai bidang yang saling menguntungkan di NTB.
    Untuk realisasi kerjasama ini, dilakukan  pengiriman tim untuk transfer teknologi dan pengetahuan terlebih dahulu. Baik dari tim NTB untuk belajar atau kursus ke Denmark. Ataupun sebaliknya, pengiriman tenaga ahli atau pakar dari Denmark untuk memberikan training di NTB.
    Yang paling penting untuk disegerakan kerjasama NTB-Denmark data sharing dua pihak terkait kompetensi dan kapasitas. Kompetensi SDM dalam pengembangan teknologi serta infrastrukturnya. Serta kapasitas atau volume dari masing-masing bidang. Seperti data kapasitas panen jagung atau bambu untuk biomass. Dan volume sampah atau gas bumi untuk sumber daya biogas.

    Penulis : Ni Luh Sulastri

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : NTB Kerja Sama Denmark PLTB



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV