Balita 1,5 Tahun Asal China Diduga Suspect Corona Dirawat di RSUP NTB - Beritabali.com

HOME / NEWS

Balita 1,5 Tahun Asal China Diduga Suspect Corona Dirawat di RSUP NTB

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:00 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NTB.
Pasien balita warga negara China berumur 1,5 tahun dirawat di RSUP NTB karena diduga terinfeksi virus Corona.

Pilihan Redaksi

  • Pasien Pramugari di BRSUD Tabanan Negatif Virus Corona
  • Antisipasi Virus Corona, Bupati Suwirta Gelar Rapat Mendadak
  • Pemprov Tegaskan Virus Corona Belum Masuk Bali
  • Saat ini, diketahui kondisinya berangsur membaik. Dari hasil pemeriksaan dokter setempat, indikasi sakit pasien hanya terkena bakteri, bukan virus. Sebelum masuk Lombok menggunakan fast boat, pasien turis balita asal China ini bersama keluarga sempat singgah di Bali. 
    Dalam  konferensi pers di ruang rapat Setda Pemprov NTB, Selasa (28/1), diungkapkan tentang riwayat sakit  wisatawan balita 1,5 tahun asal China yang diduga terinfeksi virus Corona. Dirut RSUP NTB, dokter H Lalu Hamzi Fikri MM MARS  dan Kadis Kesehatan NTB, dokter Nurhandini Eka Dewi SpA membenarkan memang ada pasien balita diduga terinfeksi virus Corona sedang dirawat. 
    Riwayat perjalanan pasien asal Henan China itu sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2020 terbang dari China bersama keluarga menuju Kuala lumpur, Malaysia. Kemudian 17 Januari pasien tersebut terbang ke Bali. Dan dari Bali tanggal 21 Januari pasien beserta keluarga menuju Lombok menggunakan fast boat. Dan menginap di kawasan Senggigi, Lombok barat.
    "Pasien mengeluh panas pada tanggal 26 Januari 2020. Dan pasien mengeluh tidak mau makan dan sakit tenggorokan," jelas dokter Lalu Hamzi Fikri, didampingi Sekda Drs H Lalu Gita Ariadi M Si dan Kadiskominfotik, I Gde Putu Aryadi S Sos.  
    Lanjut dijelaskan, tanggal 27 Januari pukul 13.30 Wita pasien dibawa oleh orang tuanya ke RSUP NTB. Di rumah sakit, para dokter langsung melakukan assessment pada pasien. Berdasarkan pertimbangan dokter, pasien kemudian dirawat  di ruang isolasi. Sebab pasien berasal dari negara yang dikonfirmasi terjangkit virus Corona.
    "Ini dilakukan untuk memantau penyakit  dan sebagai langkah antisipasi," jelas dokter Lalu Hamzi Fikri, yang bersama segenap kru di RSUP NTB sudah menangani pasien sesuai standar medis yang ada.
    Hal ini dipertegas oleh dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi  Anak, dr Sang Ayu Ketut Indriyani Sp A (K) M Kes, yang merawat pasien balita tersebut. Berdasarkan hasil pantauannya selama dua hari, kondisi pasien semakin membaik. 
    Meski demam, batuk dan radang tenggorokan, namun kesehatan anak tersebut berangsur membaik. Berbeda dengan virus Corona yang kondisi kesehatan pasien membutuhkan penanganan khusus.
    "Semua hasil penanda infeksi dari darah, sejauh ini tidak mengarah ke virus Corona, namun ke bakteri," tegas dokter Sang Ayu Ketut Indriyani.
    Untuk penanganan medis, jelas dokter asal Bali ini, telah dilakukan foto Rontgen. Hasilnya, ditemukan radang paru namun masih ringan. Namun demikian pihaknya bersama tim dokter RSUP NTB tetap melakukan pengawasan. Sehingga pasien balita ini tertangani dengan baik. Sementara Pemprov NTB saat ini sudah menyiapkan 'Corona Crisis Center (3C). Guna menyikapi simpang siur heboh berita seputar virus Corona. Serta informasi yang berkembang dan edukasi kepada masyarakat. 
    Sekda Lalu Gita Ariadi memaparkan, Corona Crisis Center ini akan melayani berbagai hal terkait informasi dan pertanyaan yang masuk dari seluruh masyarakat. Pembaruan data-data dan situasi terkini, termasuk berbagai penanganan medis yang dibutuhkan masyarakat.
    "Corona Crisis Center yang kita buat ini harus menjadi pusat informasi, treatment medis, serta rescue and recovery," tegas Sekda Lalu Gita Ariadi, yang berharap agar seluruh OPD terkait mendukung penuh C3 yang dibentuk. 
    Dengan segera memberikan data dan informasi terbaru terkait perkembangan pariwisata NTB. Perkembangan mahasiswa NTB di China, serta persiapan NTB menutup dan menangkal kemungkinan masuknya virus Corona dari berbagai moda transportasi baik darat, laut dan udara.

    Penulis : Ni Luh Sulastri

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Suspect Virus Corona Balita China NTB


    Info Iklan

    Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV