Hukrim

Motif Kasus Perselingkuhan Karena Pengaruh Media Sosial

Jumat, 22 November 2019 | 16:40 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin, mengatakan motif untuk kasus perselingkuhan rata-rata karena pengaruh media sosial. Sedangkan kekerasan yang paling dominan dilakukan suami pada istrinya adalah pemukulan. 

Pilihan Redaksi

  • Tiap Tahun Kasus KDRT Meningkat, Didominasi Perselingkuhan Suami
  • Aniaya Pacar, "Bajang" Asal Karangasem ini Divonis 8 Bulan
  • Hakim Vonis 10 Bulan Oknum Polisi Penganiaya Hingga 2 Jari Korban Putus
  • "Kekerasan tidak hanya dialami istri tapi anaknya juga. Artinya dari 35 kasus ini ada kekerasan yang dialami anak-anak," ungkapnya, Jumat (22/11/2019).
    Mantan Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan ini meneruskan, selain kasus aniaya ringan ada juga kasus aniaya berat, seperti kasus pembunuhan kepada istrinya. Contoh kasus, Rudianto membunuh istrinya Halimah akibat cemburu dan  tewas di Pasar Kreneng, Denpasar, Bali, Selasa (15/10) lalu. 
    "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk membangun keharmonisan keluarga. Bila ada permasalahan silahkan dibicarakan dengan baik-baik,"pintanya.
    Diterangkannya, rata-rata kasus KDRT dilakukan oleh usia 30 tahun ke atas. Bahkan, ada yang memilih bercerai karena sudah kesal. Tak jarang ada juga yang memilih rujuk kembali karena masih sayang anak-anaknya. 
    Sedangkan bagi pelaku KDRT yang kasusnya luka berat akan dijerat Pasal 44 Ayat 1 dan 2 KDRT dengan hukuman 5 sampai 10 tahun pidana  dan luka ringan bisa 4 bulan pidana.  

    Penulis : Surya Kelana

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Motif Perselingkuhan Suami Pengaruh Medsos



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV