Penjelasan AirNav Soal Gerhana Matahari Ganggu Sistem Penerbangan - Beritabali.com

News

Penjelasan AirNav Soal Gerhana Matahari Ganggu Sistem Penerbangan

Kamis, 26 Desember 2019 | 14:35 WITA

bbn/ilustrasi/net

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, NASIONAL.
Gerhana matahari cincin ternyata tidak menggangu sistem penerbangan pesawat. Hal ini disampaikan Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Novie Riyanto.

Pilihan Redaksi

  • Imbauan Sebelum Melihat Gerhana Matahari Cincin yang Terjadi pada Siang Ini
  • 25 Kota di 7 Provinsi di Indonesia Ini Bisa Nikmati Gerhana Matahari Cincin
  • Fenomena Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019
  • Operasional penerbangan pesawat masih berjalan lancar dan frekuensi penerbangan tidak terganggu dengan adanya gerhana matahari cincin. Apabila terjadi gangguan, kata Novie, AirNav telah memiliki cadangan sistem yang membuat frekuensi penerbangan tetap berjalan normal.
    Prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan menjelang gerhana matahari cincin yang terjadi siang ini, cuaca di daerah dengan posisi pengamatan terbaik diperkirakan akan cerah berawan saat fenomena itu terjadi. Dua daerah di Indonesia dengan posisi pengamatan terbaik gerhana matahari cincin yakni di Siak, Riau dan Singkawang, Kalimantan Barat.
    "Kalau dari dari sisi ATC (Air Traffic Controller) tidak ada (pengaruh) karena kita tidak langsung kontak ke matahari," ujar Novia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/12/2019) seperti dikutip dari Suara.com.
    "Insyallah nggak ada masalah karena kalau ada gangguan frekuensi segala macam kita tuh semua dual atau ada back up dari radar, komunikasi, satelit GPS juga ada backup, satu gagal, satu masih bisa jalan," lanjut Novie.
    BMKG memperkirakan langit di Batam di Kepulauan Riau akan tertutup awan pada siang hari. Di Pontianak, Kalimantan Barat diperkirakan langit akan cerah berawan sementara matahari akan tertutup awan di Tarakan di Kalimantan Utara, dan hujan akan mengguyur beberapa wilayah Balikpapan di Kalimantan Timur.
    Di Jakarta, yang dapat melihat gerhana matahari parsial, pada siang hari tampaknya akan sedikit sulit mengamati fenomena gerhana matahari karena BMKG memperkirakan menjelang siang akan berawan dan setelahnya terjadi hujan ringan.
    Sementara itu, di daerah-daerah lain yang dapat melihat gerhana matahari parsial atau sebagian seperti Padang di Sumatera Barat, Manado di Sulawesi Utara, dan Makassar di Sulawesi Selatan diperkirakan pada siang hari akan mengalami hujan lokal. Gerhana matahari cincin adalah fenomena ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi. Inilah yang menyebabkan piringan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya.

    Penulis : Media Network

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Gerhana Matahari Cincin Dampak Ke Penerbangan Gps Bmkg Kalimantan Barat


    Komodo Liveaboard And Phinisi Cruise Sailing | Bali Phinisi Yacht

    Liveaboard Indonesia, Luxury Sailing Yacht Charter, Luxury Pearl Through The Archipelago. Behike Yacht Private Cruises offer incredible journeys through some of the most extraordinarily beautiful and exotic destinations. Contact us Today 081337567123



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV