Kesehatan

Temuan Jajan Tradisional Bali Mengandung Rhodamin B Dikonsumsi Hewan Ternak

Selasa, 03 Desember 2019 | 09:55 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Hasil pengawasan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menemukan jajanan tradisional Bali yang sebagian besar digunakan untuk upacara memakai pewarna Rhodamin B dalam olahan pembuatannya dikonsumsi kemudian untuk pakan ternak.

Pilihan Redaksi

  • Peneliti Ungkap Efek Telur di Indonesia Terkontaminasi Dioksin
  • “Jajan tersebut memang tak dikonsumsi, tapi karena diberikan untuk pakan ternak, maka daging ternak tersebut bisa berbahaya bila dimakan nantinya,” jelas Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, di Denpasar, Senin,(2/12).
    Rhodamin B merupakan salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Pewarna yang juga dikenal dengan sebutan ‘kesumba’ ini dilarang penggunaannya pada makanan oleh Menteri Kesehatan yakni Permenkes No.239/Menkes/Per/V/85.
    "Pewarna ini masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional. Sedangkan zat berbahaya lainnya diakui sudah berkurang berkat meningkatnya pengetahuan masyarakat terkait dampak zat berbahaya tersebut," ujarnya.
    Akan tetapi saat ini, kata dia, pemahaman masyarakat telah berangsur-angsur membaik terkait dampak zat berbahaya tersebut. Baik yang ada dalam makanan, maupun obat karena tidak terlepas dari berbagai upaya penyuluhan yang dilakukan. Baik melalui kelompok masyarakat sampai kalangan pelajar.
    “Kami sudah membentuk Saka POM di kalangan pramuka, KKPD (Kader Keamanan Pangan Desa) yang merupakan gerakan pangan masuk desa. Bahkan sejak tahun 2010 terjun ke sekolah-sekolah di mana setiap tahunnya menyasar sampai 200 sekolah,” tutupnya.

    Penulis : Agung Gede Agung

    Editor : I Komang Robby Patria


    TAGS : Jajan Tradisional Kandungan Rhodamin B Dikonsumsi Hewan Ternak



    News Lainnya :


    Berita Lainnya

    Trending News

    Berita Bali TV