Pembangunan di Bali Timpang, Banyak Daerah yang Masih "Sengsara" - Beritabali.com

HOME / NEWS

Pembangunan di Bali Timpang, Banyak Daerah yang Masih "Sengsara"

Selasa, 07 Januari 2020 | 19:05 WITA

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
DPD Golkar Bali menilai masih terjadi ketimpangan dalam pembangunan di Bali. Ketimpangan pembangunan mengakibatkan masih banyak wilayah dengan pertumbuhan ekonomi rendah dan kondisi hidup masyarakatnya masih miskin.

Hal ini disampaikan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih alias Demer dalam sosialisasi hasil FGD Refleksi Akhir Tahun, "Catatan Kritis Pembangunan Bali Tahun 2019", di Gedung DPD Partai GOLKAR Bali, (7/1/2019).

"Kita menghadapai kendala ketimpangan dalam pembangunan Bali. Saya lihat langkah untuk mengurangi ketimpangan ini belum maksimal. Ketimpangan pembangunan ini menyengsarakan masyarakat (bagian) utara, timur, barat (Bali) yang pertumbuhan ekonominya rendah. Juga menyengsarakan masyarakat di daerah yang pertumbuhan ekonominya tinggi di Bali akibat terjadinya ketimpangan itu,"ujar Demer.

Menurut Demer, ketimpangan pembangunan dan ketimpangan pertumbuhan ekonomi di Bali ini sudah terjadi sejak lama. Tak hanya terjadi di wilayah utara, timur, dan barat pulau Bali, ketimpangan ini juga terjadi di wilayah Kota Denpasar yang merupakan ibukota Propinsi Bali.

"Di Denpasar juga masih banyak yang (hidup) melarat akibat pertumbuhan ekonomi yang tidak seimbang dengan pendapatan. Sebagian ada yang luar biasa besar pendapatannya, tapi masih banyak juga warga yang hidup melarat. Selain pertumbuhan yang tidak sesuai dengan pendapatan, warga juga susah untuk menurunkan gaya hidupnya. Yang terjadi kemudian banyak warga yang menjual rumahnya dan pindah ke daerah pesisir atau luar kota Denpasar,"ujar Demer yang didampingi jajaran pengurus DPD Golkar Bali.

Demer melanjutkan, sudah menjadi tugas pemerintah Propinsi Bali untuk mewujudkan pemerataan pembangunan lewat kebijakan dan alokasi anggaran sehingga pertumbuhan ekonomi di Bali bisa lebih merata. 

"Warga di karangasem, Buleleng, dan Jembrana pergi ke Denpasar untuk mencari kerja karena di daerah asalnya pertumbuhan ekonomi rendah dan kesempatan kerja juga rendah. Warga yang tidak mampu akhirnya pergi transmigrasi. Ini salah siapa? tentu ini salah pemimpinnya. Pertumbuhan (ekonomi) di Bali harus seimbang. Pertumbuhan tanpa pemerataan tidak ada artinya. Semakin senggang (terjadi kesenjangan) maka tingkat keamanan di Bali akan semakin menurun, karena pasti itu menurun. Ini bahaya bagi pariwisata. Orang miskin banyak dan yang kaya sedikit, akhirnya akan muncul kriminalitas karena perut lapar,"papar Demer.

Masalah lain yang menjadi sorotan Golkar Bali dalam paparan sosialisasi hasil FGD adalah masalah ketersediaan air bersih di Bali, kemacetan lalu lintas yang semakin parah sehingga berdampak terjadap kunjungan wisatawan, persoalan sampah, dan persoalan lainnya yang memerlukan solusi.  

Penulis : Putra Setiawan

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Golkar Pembangunan Bali


Info Iklan

Ingin produk atau jasa Anda muncul di setiap akhir berita? hubungi DIVISI BISNIS Beritabali.com



News Lainnya :


Berita Lainnya