Wedakarna Kritik Sebutan "Surya" dan Persaingan Sulinggih di Bali - Beritabali.com

News

Wedakarna Kritik Sebutan "Surya" dan Persaingan Sulinggih di Bali

Rabu, 08 Januari 2020 | 10:30 WITA

beritabali.com/ist

DOWNLOAD APP BERITABALI.COM   
Beritabali.com, DENPASAR.
Video senator Bali, Arya Wedakarna (AWK) viral di media sosial. Dalam video ini, Wedakarna dengan lugas mengritik penyebutan "Surya" pada golongan kasta brahmana. Ia juga menyoroti persaingan antar sulinggih di Bali yang dinilainya tidak sehat.

Pilihan Redaksi

Dalam video ini terlihat Wedakarna tampak sedang berbicara dalam sebuah forum dengan didampingi sulinggih. Dalam rekaman video yang viral ini, Wedakarna menyatakan membela para sulinggih atau pendeta Hindu di Bali yang berasal dari semua golongan atau soroh.
"Tyang (saya) bela sulinggih Bujangga, Sri Empu, Bhagawan, Ida Dukuh, jujur saja saya selalu bicara keras soal ini,"ujarnya.
Dalam forum itu, Wedakarna juga mengingatkan agar penyebutan atau panggilan "Surya" tidak digunakan pada sembarang orang, tapi hanya boleh digunakan oleh orang yang sudah resmi menjadi Sulinggih.
"Jangan sembrangan ngaku-ngaku "Surya", Surya itu sebutan sulinggih untuk semua soroh, tidak hanya untuk satu soroh saja, ini semeton yang salah. Ketika bertemu (kasta) brahmana tapi masih walaka ngakunya Surya, ini semeton yang salah. Yang sudah "abhiseka" dan sudah malinggih yang nggak masalah kalau dipanggi Ratu dan Surya karena sudah melewati proses. Tapi kalau masih "walaka" (orang biasa) jangan dipanggil "Surya", itu yang ingin saya tegakkan,"tegas Wedakarna disambut tepuk tangan peserta pertemuan dalam video itu.
Wedakarna juga menyoroti persaingan yang tidak sehat antar sulinggih yang terjadi di Bali saat ini. Ia menyontohkan ada sulinggih yang tidak mau muput (memimpin) upacara di tempat atau kelompok masyarakat tertentu. 
"Ada sulinggih yang tidak mau muput karena merasa lebih tinggi (kastanya), nggak boleh begitu. Di sebuah kabupaten ada upacara "tawur" yang diulang, padahal bupatinya sudah buat ritual tawur dengan melibatkan sulinggih Sarwa Sadaka, semua sudah dilibatkan tapi upacara tawurnya diulang lagi oleh kelompok tertentu. Ini pendidikan yang nggak baik bagi anak muda, kita semua harus introspeksi diri, jangan saling menjatuhkan,"ujarnya.   

Penulis : Tim Liputan

Editor : Putra Setiawan


TAGS : Wedakarna Sulinggih Awk Arya Wedakarna



News Lainnya :


Berita Lainnya

Trending News

Berita Bali TV